Masjid memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan literasi keagamaan. Namun dalam praktiknya, banyak masjid yang belum menjalankan fungsi tersebut secara optimal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan literasi keagamaan masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilakukan di Islamic Center Gontor, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dengan melibatkan takmir, guru TPQ, remaja masjid, dan jamaah sebagai mitra utama. Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, FGD, angket, serta pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kegiatan edukatif berbasis masjid serta peningkatan pemahaman keagamaan peserta sebesar 40,9%. Selain itu, tersusun pula modul literasi keagamaan sebagai luaran pendukung keberlanjutan program. Pengabdian ini menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai lembaga pendidikan komunitas dan sarana transformasi sosial. Temuan ini memberi kontribusi teoritis terhadap model pemberdayaan masjid berbasis komunitas serta dapat direplikasi di wilayah lain dengan konteks serupa.
Copyrights © 2025