Rendahnya budaya literasi di wilayah pedesaan sering kali disebabkan oleh minimnya akses bahan bacaan dan dominasi pendekatan formalistik yang kaku dalam pembelajaran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan budaya literasi siswa di SDN Gundik melalui strategi edukasi dan pendampingan literasi dasar yang interaktif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap identifikasi, perencanaan program, pelaksanaan pendampingan berbasis naratif-emosional, serta evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya transformasi signifikan dalam perilaku literasi siswa. Secara kuantitatif, minat baca siswa meningkat drastis dari 30% menjadi 85%. Selain itu, intensitas kunjungan siswa ke pojok baca meningkat sebesar 45%, dan kemampuan siswa dalam merefleksikan isi bacaan secara kritis mencapai 75%. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan membaca yang menyenangkan (joyful reading) dan teknik read aloud mampu menggeser persepsi siswa bahwa membaca bukan lagi beban administratif, melainkan aktivitas hiburan yang bermakna. Simpulan dari kegiatan ini menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem literasi sekolah melalui kolaborasi antara guru dan penyediaan bahan bacaan yang variatif.
Copyrights © 2026