Keterlambatan proyek konstruksi sering kali berakar dari penyusunan baseline schedule yang over optimistic pada tahap prakonstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi realisme jadwal (schedule realism) pada proyek gedung di Palangka Raya menggunakan koefisien tenaga kerja AHSP. Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif normatif melalui konversi volume pekerjaan dan koefisien AHSP menjadi beban kerja orang hari (OH) untuk menghitung durasi baru teoretis serta Rasio Durasi (RD). Hasil penelitian menunjukkan tiga zona kewajaran jadwal: Zona Wajar (RD = 1,000) pada pekerjaan persiapan, Zona Longgar (RD = 1,340) pada pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi alat pancang, dan Zona Pendek (RD ≈ 0,700) yang mendominasi seluruh pekerjaan struktural utama (pile cap dan balok). Dominasi durasi pendek ini membuktikan adanya pemangkasan durasi sebesar 30% dari standar ideal, sehingga berisiko memicu risiko keterlambatan bawaan dan penurunan produktivitas akibat kepadatan pekerja di lapangan.
Copyrights © 2026