Menghafal Al-Qur'an sering kali dihadapkan pada kendala klasik, seperti sulitnya mempertahankan hafalan (muraja'ah), faktor mudah lupa, serta metode belajar yang monoton sehingga menurunkan mutu capaian santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan efektivitas metode tikrar (pengulangan) dalam meningkatkan kelancaran, ketepatan tajwid, serta kekuatan ingatan (itqan) para santri. Pendampingan dilaksanakan di Rumah Tahfiz Al-Ridha, Desa Sungai Keranji, Kabupaten Kuantan Singingi, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas 12 santri dan 18 santriwati. Metode pelaksanaan pengabdian ini dibagi menjadi empat tahapan, yaitu asesmen, sosialisasi, pelaksanaan bimbingan (mengulang ayat atau halaman sebanyak 8–10 kali), dan evaluasi menggunakan ujian simakan serta angket respons. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kualitas hafalan yang signifikan. Santri mampu melantunkan ayat secara lancar, memiliki tempo membaca dan ketepatan tajwid yang lebih stabil, serta memiliki hafalan yang melekat kuat (mutqin). Di samping itu, pembiasaan metode ini juga berkontribusi dalam membentuk karakter santri yang sabar, konsisten, dan disiplin. Kendala awal berupa rasa jenuh akibat proses pengulangan yang monoton berhasil diatasi melalui optimalisasi penggunaan Buku Catatan Murojaah dan pemberian motivasi secara intensif oleh tim pengabdi bersama para pengajar. Secara keseluruhan, program pendampingan dengan metode tikrar terbukti efektif menjadi solusi preventif untuk mengatasi kelemahan daya ingat santri dalam menjaga hafalan Al-Qur'an mereka.
Copyrights © 2026