Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya paparan gawai dan internet pada anak sekolah dasar serta rendahnya skor awal literasi digital (rata-rata 65 dari 100) dari 35 guru di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Taman Cahaya Global School (T.C.G.S.), Jakarta Barat, yang mengindikasikan kesenjangan Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan ketiadaan pedoman institusional terkait insiden digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), yang tahapannya meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan intensif dan simulasi, Focus Group Discussion (FGD), serta evaluasi post-test. Hasil program menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam menutup kesenjangan PCK melalui pendekatan andragogi dan experiential learning, yang terbukti dari kemampuan guru dalam menangani cyberbullying dan mencegah penyebaran hoaks. Selain itu, program ini berhasil menyusun Model Strategi Komunikasi Aman yang berlandaskan etika kewarganegaraan digital dan perumusan Pedoman Pengendalian Akses Media Sosial Siswa yang diselaraskan dengan nilai keagamaan madrasah. Sebagai kesimpulan, program ini berhasil mentransformasi guru dari sekadar pengguna teknologi menjadi fasilitator pendamping digital yang tanggap dan kompeten. Disarankan agar pihak sekolah memfasilitasi sesi penyegaran secara berkala, mengevaluasi indikator kualitas interaksi daring guru, serta membakukan materi pelatihan ini menjadi modul in-house training wajib bagi seluruh pendidik di masa mendatang.
Copyrights © 2026