Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of Instagram User Reception Against the Use of Korean Actors as Local Skincare Brand Ambassadors @somethincofficial Anna Nurjanah; Tiara Indah
IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 2 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ikomik.v2i2.3779

Abstract

The Korean wave phenomenon in Indonesia is marked by the increasing number of people adapting Korean cultures such as food, fashion, and language. Until more and more local Indonesian products use BA K-pop, one of which is skincare brand Somethinc. When examined further, there is a contradiction between the skin color characteristics of Korean actors and the skin color of the majority of Indonesians. This study aims to find out how Instagram users interpret advertisements featuring Han So Hee promoting brightening series products. By using qualitative methods and interpretive paradigms through a reception analysis method approach. This study use interview as data collection techniques. The results of interviews with informants were then grouped into 3 (three) categories, namely Dominant Hegemonic, Negotiated, or Oppositional Position. This study shows the results from 6 sources that there are 2 people included in the Dominant Hegemonic category, then 1 person in the Negotiated category, and 3 people in the Oppositional Position category.
PENERAPAN COPY WRITING DALAM MEMAKSIMALKAN DIGITAL MARKETING BAGI SISWA/I PKBM TANDA GENAP DI KECAMATAN CIRACAS JAKARTA TIMUR Nasikhul Amin Al Hafidzi; Indah Fajar Rosalina; Yulia Hidayati; Sri Hesti; Anna Nurjanah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19395

Abstract

Digital marketing sendiri merupakan strategi untuk memasarkan suatu produk dengan memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial, blog, website, advertising digital dan beberapa tools lainnya yang digunakan oleh perusahaan dengan tujuan untuk memperkenalkan maupun memasarkan produk atau jasa mereka. Digital marketing dapat didefinisikan sebagai kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web. Pentingnya keterampilan menulis, khususnya menulis copywriting dalam digital marketing diperlukan wadah untuk melatih dan mengembangkan keterampilan ini. Penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam keterampilan menulis karena siswa cenderung tidak memiliki ide, sehingga siswa tidak mengerti apa yang harus mereka jelaskan dan imajinasikan dalam menulis. Tujuan kegiatan pelatihan copy writing ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan copywriting agar mampu memaksimalkan digital marketing dalam menerapkan strategi promosi di bidang wirausaha. Metode kegiatan dalam pelatihan ini adalah edukasi umum tentang apa itu copy writing, pengenalan teknik teknik copy writing, presentasi penerapan copy writing dalam menulis CV sebagai bagian dari personal branding, serta simulasi penerapan copy writing dalam pemasaran online. Hasil kegiatan adalah siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang digital marketing, copy writing serta bagaimana menerapkan copy writing secara optimal dalam pemasaran online.
Strategi Cyber Public Relations dalam Mempertahankan Citra Lembaga Negara (Studi Pada Akun Instagram MPR) Jamal Ismail; Reni Novia; Rafi'i; Anna Nurjanah; Budi Suswanto
DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah Vol. 13 No. 2 (2025): DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/dk.v13i2.8393

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh media sosial yang media online yang diciptakan untuk saling berinteraksi sesama pengguna. Instagram menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan. Selain memiliki fungsi untuk saling berinteraksi satu sama lain, kini instagram banyak digunakan oleh perusahaan ataupun organisasi untuk mengelola citra suatu perusahaan tersebut. Salah satu institusi yang menggunakan instagram adalah lembaga negara, yaitu MPR. Bagi instansi pemerintah seperti MPR mempertahankan citranya dimata publik merupakan suatu hal yang penting. Walaupun MPR sudah mengelola media sosial instagram untuk mempertahankan citranya, masih banyak masyarakat yang mengunjungi akun media sosial instagram untuk meninggalkan komentar negatif. penelitian ini merumuskan masalah bagaimana strategi Cyber Public Relations dalam Mempertahankan Citra Lembaga Negara (Studi Pada Akun Instagram MPR)?. tujuan penelitian ini adalah untuk strategi Cyber Public Relations dalam Mempertahankan Citra Lembaga Negara studi pada akun instagram MPR Metode yang dilakukan penelitan adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif dan menggunakan paradigma post positivisme. Dalam proses penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sehingga dengan teknik pengumpulan data tersebut menghasilkan hasil data yang valid. Hasil penelitian menunjukan bahwa MPR sudah mengelola instagram sesuai dengan teori yang peneliti gunakan untuk mempertahankan citranya? yang berdasarkan pengelolaan kata-kata (context) dengan menggunakan kata-kata yang sederhana,pengelolaan penyampaian informasi (communication) memeriksa feedback untuk mengetahui penyampaian pesan dimengerti oleh pengikut, keefektivan kerjasama antar tim (collaboration) memeriksa semua tim secara berkala dengan mensupervisi mereka, dan pengelolaan (conection) hubungan antara pengguna dan pengikut dengan mengetahui kebutuhan dan preferensi followers. Kata Kunci: Instagram, Media Sosial, Citra, MPR RI, Cyberpublicrelations.
Pemberdayaan Guru SD dalam Literasi Digital: Strategi Komunikasi Aman dan Pengendalian Akses Media Sosial Siswa: Pengabdian Anna Nurjanah; Novida Irawan; Salfhaocta Friemay; Jennifer Sarnest; Cindy Stefania Teofilus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7288

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya paparan gawai dan internet pada anak sekolah dasar serta rendahnya skor awal literasi digital (rata-rata 65 dari 100) dari 35 guru di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Taman Cahaya Global School (T.C.G.S.), Jakarta Barat, yang mengindikasikan kesenjangan Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan ketiadaan pedoman institusional terkait insiden digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), yang tahapannya meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan intensif dan simulasi, Focus Group Discussion (FGD), serta evaluasi post-test. Hasil program menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam menutup kesenjangan PCK melalui pendekatan andragogi dan experiential learning, yang terbukti dari kemampuan guru dalam menangani cyberbullying dan mencegah penyebaran hoaks. Selain itu, program ini berhasil menyusun Model Strategi Komunikasi Aman yang berlandaskan etika kewarganegaraan digital dan perumusan Pedoman Pengendalian Akses Media Sosial Siswa yang diselaraskan dengan nilai keagamaan madrasah. Sebagai kesimpulan, program ini berhasil mentransformasi guru dari sekadar pengguna teknologi menjadi fasilitator pendamping digital yang tanggap dan kompeten. Disarankan agar pihak sekolah memfasilitasi sesi penyegaran secara berkala, mengevaluasi indikator kualitas interaksi daring guru, serta membakukan materi pelatihan ini menjadi modul in-house training wajib bagi seluruh pendidik di masa mendatang.
Kesenjangan Komunikasi Kebijakan PP Tunas: Antara Idealita Regulasi dan Realitas Perlindungan Anak Digital Anna Nurjanah; Sri Hesti; Rengga Sendrian; Akmal Widji Nursalim; Anggun Rinenggo; Aufa Fawazkani; Revilla Tirana Oulina
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i2.2995

Abstract

The escalation of digital risks confronting children has prompted the issuance of Government Regulation No. 17 of 2025 on the Governance of Electronic System Operation in Child Protection (PP TUNAS). Nevertheless, its field effectiveness remains hindered by challenges in information dissemination and the technical readiness of digital platforms. This study aims to explore in depth the perceptions, experiences, and practices of urban communities in conceptualizing PP TUNAS, while identifying the discrepancy between regulatory frameworks and the reality of child protection from a policy communication perspective. To analyze this phenomenon, a qualitative approach utilizing an interpretive case study design was employed. Primary data were gathered through semi-structured in-depth interviews with key informants—comprising parents, educators, and digital literacy advocates in urban areas—and complemented by observation alongside secondary survey data from the Evident Institute for methodological triangulation. Thematic analysis reveals that while urban communities overwhelmingly support the age-restriction mandate, their understanding remains superficially normative due to an underlying policy communication gap. Furthermore, a structural implementation gap emerged, as platform age-verification mechanisms are perceived as highly susceptible to bypass. In response to these technical shortfalls, parents and schools have independently adopted localized digital parental mediation strategies, despite lacking formal integration with the legal framework. This study concludes that the success of PP TUNAS cannot rest solely on judicial enforcement; rather, it necessitates robust platform technical infrastructure, comprehensive public policy communication strategies, and an integrated orchestration of multi-stakeholder governance.
Sosialisasi Pengelolaan Konten Media Sosial Yang Memiliki Unsur Positif Dalam Perspektif Public Relations Kornelia Johana Dacosta; Harjono Padmono Putro; Dani Setiadarma; Mohammad Ismed; Pepen Sumirat; Algooth Putranto; Anna Nurjanah; Jamalullail; Suparyadi; Iche Hilvania
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i03.2518

Abstract

Keterampilan berkomunikasi di era globalisasi saat ini mengarah pada wujud Transformasi digital bukan lagi wacana masa depan. Ia telah mengetuk pintu kita, bahkan masuk tanpa permisi. Kita dipaksa menyesuaikan cara bekerja, berpikir, bahkan cara memandang manusia dalam organisasi. Namun, dalam kehebohan mengejar teknologi terbaru, satu hal yang harus kita ingat, yaitu teknologi tak akan berarti apa-apa tanpa talenta yang mampu mengoperasikannya, mengembangkannya, dan yang terutama menemukan maknanya. Ilmu Komunikasi khusus Public Relations dalam kaitan pengelolaan Media sosial untuk kampanye Lingkungan hijau di Era Society 5.0, melihat potensi besar mereka untuk menjaga lingkungan tempat tinggal berkelanjutan dan menyelaraskan program kerja dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk masyarakat berkelanjutan.