Akses terhadap air bersih masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan di daerah pedesaan, termasuk di Desa Ajinembah. Kualitas air yang buruk berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air serta memberikan solusi melalui pembuatan filtrasi air sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, inspeksi lingkungan, pengambilan sampel air, serta edukasi kepada masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa beberapa sumber air belum memenuhi syarat fisik dan bakteriologis, ditandai dengan kekeruhan dan potensi kontaminasi. Intervensi dilakukan dengan pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan bahan lokal seperti pasir, kerikil, arang, dan ijuk. Setelah kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kualitas air. Selain itu, kualitas fisik air menjadi lebih jernih dan layak digunakan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis masyarakat efektif dalam meningkatkan kesehatan lingkungan.
Copyrights © 2026