Latar Belakang: Keterbatasan akses pasar, lemahnya kemampuan negosiasi harga, dan dominasi perantara menjadi faktor utama penyebab rendahnya pendapatan petani sayur tradisional. Petani hortikultura perlu mempertimbangkan aspek budidaya yang optimal serta menerapkan manajemen pemasaran hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan.Tujuan: Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis budidaya sayur berkelanjutan, memperkuat pemahaman strategi pemasaran hasil pertanian serta mendorong penguatan kelembagaan dan akses pasar petani kecil.Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan participatory online training dan capacity building secara daring melalui platform Zoom. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Indikator keberhasilan diukur melalui tingkat pengetahuan meliputi teknik budidaya sayur berkelanjutan, pengelolaan hara dan tanah, pengendalian hama terpadu, strategi pemasaran hasil pertanian, model kemitraan dan pemasaran digital serta tingkat keterampilan meliputi kemampuan identifikasi masalah, penerapan solusi teknis, dan kelayakan implementasi.Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat internasional 3 negara (Indonesia, Malaysia dan Suriname) menunjukkan bahwa model pengabdian lintas negara berbasis berbasis participatory online training dan capacity building efektif meningkatkan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 48,1% dan keterampilan sebesar 65,0%
Copyrights © 2026