Sutiharni Sutiharni
Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Permasalahan Tindak Agronomi, Kondisi Tanah, Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Pada Lahan Pertanian Sayuran di Kampung Dindey Warmare Eko Agus Martanto; Sutiharni Sutiharni; Syukur Karamang; Baso Daeng; Dwiana Wasgito Purnomo; Amin Mbusango; Ratna Ningsi; Veronica L Tuhumena; Adelin Elsina Tanati; Hayu Siwi Pribadi
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.196

Abstract

Latar Belakang: Kondisi pertanaman cabai dan bawang merah di Kampung Dindey tidak hanya ditunjukkan oleh keberadaan serangan hama dan penyakit semata, tetapi juga harus dianalisis berdasarkan praktik budidaya yang diterapkan petani.Tujuan: Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual pertanaman cabai dan bawang merah yang dikelola oleh petani, menginventarisasi jenis dan tingkat serangan hama serta penyakit tanaman yang ditemukan pada pertanaman cabai dan bawang merah, mengkaji hubungan antara praktik agronomi, kondisi tanah, dan kejadian serangan OPT serta meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendampingan teknis mengenai budidaya sehat, pengelolaan tanah, serta strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.Metode: Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan yang sistematis, partisipatif, dan berbasis kebutuhan petani. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan empat tahap yaitu, tahap persiapan, tahap survei dan identifikasi lapang, tahap penyuluhan dan diseminasi teknologi, tahap pendampingan lapang.Hasil: Pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan peserta khususnya kelompok tani bahwa budidaya tanaman sayuran bermanfaat dalam peningkatan kesehatan, peningkatan imun tubuh, dan pemenuhan gizi dan pangan keluarga serta proses pemasarannya sebesar 76,92%. Pengetahuan petani terkait sistem pertanian yang baik dan benar dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan sekitar lahan pertanian meningkat sebesar 73,08%.
Model Pengabdian Masyarakat Internasional Berbasis Daring untuk Penguatan Kapasitas Budidaya Sayuran Berkelanjutan dan Pemasaran Hasil Pertanian di Suriname Antonius Suparno; Sutiharni Sutiharni; Saraswati Prabawardani; Sartji Taberima; Ishak Musaad; Nouke Lenda Mawikere; Alce Ilona Noya; Maria Irene Arim; Ery Atmadja; Inna Martha Rumainun
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.205

Abstract

Latar Belakang: Keterbatasan akses pasar, lemahnya kemampuan negosiasi harga, dan dominasi perantara menjadi faktor utama penyebab rendahnya pendapatan petani sayur tradisional. Petani hortikultura perlu mempertimbangkan aspek budidaya yang optimal serta menerapkan manajemen pemasaran hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan.Tujuan: Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis budidaya sayur berkelanjutan, memperkuat pemahaman strategi pemasaran hasil pertanian serta mendorong penguatan kelembagaan dan akses pasar petani kecil.Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan participatory online training dan capacity building secara daring melalui platform Zoom. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Indikator keberhasilan diukur melalui tingkat pengetahuan meliputi teknik budidaya sayur berkelanjutan, pengelolaan hara dan tanah, pengendalian hama terpadu, strategi pemasaran hasil pertanian, model kemitraan dan pemasaran digital serta tingkat keterampilan meliputi kemampuan identifikasi masalah, penerapan solusi teknis, dan kelayakan implementasi.Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat internasional 3 negara (Indonesia, Malaysia dan Suriname) menunjukkan bahwa model pengabdian lintas negara berbasis berbasis participatory online training dan capacity building efektif meningkatkan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 48,1% dan keterampilan sebesar 65,0%