Pertumbuhan layanan perbankan digital di Indonesia berkembang sangat pesat, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan digital masyarakat, khususnya terkait keamanan transaksi dan pencegahan fraud. Pelatihan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program edukasi berbasis praktik dalam meningkatkan kompetensi literasi keuangan digital dan kemampuan pencegahan fraud perbankan pada masyarakat urban. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan kompetensi peserta setelah mengikuti pelatihan. Instrumen pelatihan menggunakan skala Likert 1–5 yang mencakup delapan indikator pemahaman pada pre-test dan tujuh indikator keterampilan praktis pada post-test. Responden terdiri dari 61 peserta pre-test dan 44 peserta post-test yang berasal dari pelaku UMKM dan mahasiswa di wilayah Jakarta. Materi edukasi meliputi tren fraud perbankan, mule account, ekosistem scam center, strategi pelaporan, mitigasi risiko, QRIS, serta penggunaan e-wallet. Hasil Pelatihan menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 4,23 menjadi 4,43, disertai kenaikan proporsi kategori skor tertinggi dari 52,7% menjadi 65,6%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik efektif meningkatkan literasi keuangan digital dan kemampuan pencegahan fraud masyarakat.
Copyrights © 2026