Bullying di lingkungan sekolah menengah kejuruan masih menjadi persoalan yang memerlukan penanganan serius karena berdampak pada kondisi psikososial dan iklim belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas siswa dalam memahami, mencegah, dan merespons perilaku bullying melalui implementasi program edukasi anti-bullying di SMK 3 Kristen Tomohon. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi mitra, persiapan program, pelaksanaan program secara bertahap (koordinasi, penyampaian materi, diskusi, refleksi, deklarasi anti-bullying, dan evaluasi), serta evaluasi kegiatan melalui observasi, tanya jawab, dan refleksi peserta. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, program edukasi membantu meningkatkan pemahaman siswa mengenai berbagai bentuk bullying melalui kegiatan diskusi, refleksi partisipatif, dan deklarasi anti-bullying. Melalui sesi diskusi dan refleksi partisipatif, siswa mampu mengaitkan pengalaman pribadi dengan materi yang disampaikan sehingga tumbuh kesadaran kritis untuk tidak menjadi pelaku, korban, maupun saksi bisu bullying. Puncak kegiatan berupa deklarasi komitmen anti-bullying yang ditandai dengan penulisan pesan komitmen dan penempelan media deklarasi di lingkungan sekolah. Dukungan aktif dari kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta antusiasme siswa menjadi faktor pendukung keberhasilan program, meskipun keterbatasan waktu pelaksanaan dan besarnya jumlah peserta menjadi kendala tersendiri. Program ini direkomendasikan untuk ditindaklanjuti melalui pembentukan agen anti-bullying, pendampingan berkelanjutan oleh guru BK, serta integrasi materi anti-bullying ke dalam kegiatan kesiswaan secara rutin agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026