Kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah pedesaan membutuhkan pendekatan berbasis inovasi terhadap sumber daya pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan mendiseminasikan kombucha bunga telang (Clitoria ternatea) dan kombucha teh sebagai pangan fungsional sekaligus menganalisis preferensi masyarakat di Desa Semayang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif, melibatkan 20 ibu rumah tangga yang dipilih secara purposif sebagai peserta sekaligus responden. Uji organoleptik dilakukan terhadap enam atribut sensori menggunakan skala hedonik lima poin. Hasil menunjukkan kedua varian dapat diterima. Kombucha teh memperoleh respons positif dominan pada seluruh parameter, dengan keasaman tertinggi (70% menyukai), sedangkan kombucha bunga telang unggul pada warna (45% sangat menyukai, 50% menyukai) dan rasa (70% menyukai). Secara keseluruhan, 55% responden lebih menyukai kombucha teh dan 35% kombucha bunga telang. Temuan ini menunjukkan keseimbangan sensori rasa manis-asam menjadi penentu penerimaan utama. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan mitra dan memberikan dasar pengembangan usaha kombucha bunga telang berbasis sumber daya lokal.
Copyrights © 2026