Lari lintas alam (trail running) berkembang pesat sebagai bentuk pariwisata olahraga yang memanfaatkan lanskap pegunungan dan kawasan konservasi. Aktivitas ini menawarkan peluang ekonomi dan sosial bagi destinasi, tetapi juga menghadirkan tantangan terkait keberlanjutan lingkungan, kapasitas daya dukung, serta tata kelola acara. Kajian literatur sistematis ini bertujuan mensintesis penelitian yang membahas pengelolaan event trail running dengan fokus pada tiga aspek utama: praktik keberhasilan dan kegagalan, dampak sosial, lingkungan, ekonomi, serta prinsip yang berpotensi diterapkan dalam pengembangan event trail running di Gunung Rinjani. Pencarian dilakukan melalui database seperti Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Dari 50 artikel awal, sembilan artikel terpilih melalui proses penyaringan berbasis PRISMA untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan event trail running sangat dipengaruhi oleh kesesuaian praktik manajemen dengan karakteristik ekologis dan sosial destinasi, keterlibatan komunitas lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Sebaliknya, kegagalan sering berkaitan dengan tekanan terhadap lingkungan, resistensi sosial, atau koordinasi kelembagaan yang kurang efektif. Kajian ini menegaskan bahwa tidak ada model pengelolaan yang bersifat universal; setiap destinasi memerlukan penyesuaian berbasis konteks. Untuk Gunung Rinjani, prioritas utamanya mencakup pengaturan kuota peserta, penggunaan jalur yang sudah ada, kolaborasi dengan masyarakat lokal, dan keselarasan dengan tujuan konservasi. Kajian ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan event trail running yang mampu menyeimbangkan potensi wisata dengan perlindungan lingkungan.
Copyrights © 2026