Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi dan durabilitas yang baik. Namun, penggunaan semen sebagai bahan utama beton menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga diperlukan material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi sebagian semen menggunakan fly ash dan biochar terhadap kuat tekan, pH, dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Variasi campuran yang digunakan terdiri atas fly ash sebesar 0%, 10%, dan 20% serta biochar sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Pengujian kuat tekan dan pH dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari, sedangkan pertumbuhan lumut diamati selama 10 minggu menggunakan analisis ImageJ dan pengamatan morfologi dengan Dino-Lite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash dan biochar memengaruhi kuat tekan, pH, dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi fly ash 0% dan biochar 2,5%, sedangkan variasi fly ash 10%–biochar 2,5% dan fly ash 20%–biochar 0% menunjukkan peningkatan kuat tekan yang paling stabil pada berbagai umur pengujian. Nilai pH beton cenderung menurun seiring bertambahnya umur beton sehingga menciptakan kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan lumut. Analisis ImageJ menunjukkan perubahan luas area lumut yang relatif kecil, sedangkan pengamatan Dino-Lite menunjukkan bahwa variasi fly ash 10% dan biochar 2,5% menghasilkan pertumbuhan lumut terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dan biochar berpotensi meningkatkan sifat bioreceptive concrete tanpa mengurangi kinerja mekanis beton secara signifikan. Kata kunci: bioreceptive concrete; biochar; fly ash; kuat tekan; lumut.
Copyrights © 2026