Kemampuan berhitung merupakan kemampuan dasar yang penting untuk dikuasai oleh siswa, termasuk siswa tunanetra. Namun, keterbatasan penglihatan menyebabkan siswa tunanetra mengalami kesulitan dalam memahami konsep bilangan sehingga memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung bilangan 1–20 melalui penggunaan media papan pantule pada siswa tunanetra kelas I di SLB Negeri Pembina Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa tunanetra kelas I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berhitung, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media papan pantule dapat meningkatkan kemampuan berhitung bilangan 1–20 pada siswa tunanetra. Nilai rata-rata kemampuan berhitung siswa pada siklus I sebesar 45 dan 55 dengan kategori kurang, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 75 dan 85 dengan kategori baik. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, media papan pantule efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berhitung bilangan 1–20 pada siswa tunanetra kelas I di SLB Negeri Pembina Kupang.
Copyrights © 2026