Perilaku bullying adalah kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, berdampak pada hubungan pertemanan. Awalnya hanya kata- kata toxic kemudian berkembang menjadi aksi yang menyakiti secara psikhis juga menyakiti secara fisik. Sekolah sebagai wadah pembentukan karakter melakukan upaya preventive melalui pemberian layanan bimbingan. Melalui layanan bimbingan klasikal konselor menumbuhkan rasa persahabatan dan kepedulian melalui permainan sambung kata.Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dalam pelaksanaan layanan klasikal dilanjutkan dengan memberikan angket dengan skala likert. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one grup pre-test dan post- test,. Uji hipotesis menggunakan t-test, nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hasil permainan game sambung kata memenuhi kriteria karena aspek permainan mampu menurunkan resistensi bullying. Uji normalitas data melalui uji Shapiro-Wilk (Sig. pre-test 0,419 dan post-test 0,138), dinyatakan valid dan reliable terbuktik ada pengaruh positif, integrasi metode klasikal, dan permainan sambung kata menjadi kombinasi efektif dalam meningkatkan kesadaran antisipasi bullying siswa.
Copyrights © 2026