Olimpiade Matematika Madrasah Indonesia (OMI) menuntut penguasaan matematika tingkat lanjut yang jauh melampaui kurikulum reguler Madrasah Aliyah (MA). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tengah menghadapi ketiadaan tenaga ahli yang mampu membimbing siswa menghadapi OMI, sehingga meminta bantuan dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan matematika olimpiade intensif selama enam hari penuh (08.00–16.00), dengan total 48 jam pembelajaran, yang diikuti oleh siswa terpilih dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kabupaten Aceh Tengah berjumlah 15 siswa. Setiap hari menggabungkan penyampaian materi konseptual, pembahasan soal terbimbing, dan diskusi soal-soal OMI tahun-tahun sebelumnya, mencakup topik teori bilangan, kombinatorik, aljabar lanjut, geometri olimpiade, dan strategi pemecahan masalah. Penyampaian materi mengacu pada model Scaffolding Olimpiade Kontekstual Madrasah (SOKM) yang mengintegrasikan pendekatan scaffolding bertahap dengan kontekstualisasi berbasis kurikulum madrasah. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan terstruktur yang diisi setiap hari dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pelatihan berjalan dengan baik, dengan peserta aktif terlibat pada seluruh topik dan menunjukkan kepercayaan diri yang semakin meningkat dalam menghadapi soal non-rutin pada sesi-sesi akhir. Kegiatan ini mendemonstrasikan peran strategis PTKIN dalam mengisi kesenjangan tenaga pembina olimpiade matematika di lingkungan madrasah daerah.
Copyrights © 2026