Bahasa Arab memiliki kedudukan teologis dan epistemologis yang sentral dalam dinamika pendidikan Islam. Namun, di era modern, institusi pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan dualisme kurikulum dan disrupsi digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh, transformasi, serta tantangan metodologis pengajaran bahasa Arab dalam lanskap pendidikan Islam kontemporer. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), artikel ini mengkaji literatur primer dan sekunder terkait linguistik Arab dan kurikulum pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) Terjadi pergeseran paradigma fungsi bahasa Arab dari sekadar instrumen ritual-tekstual menjadi instrumen sains global; 2) Bahasa Arab berfungsi sebagai jangkar semantik yang menjembatani integrasi ilmu sains Barat dan epistemologi Islam; dan 3) Digitalisasi serta teknologi kecerdasan buatan (AI) menawarkan demokratisasi akses sekaligus menuntut reformasi metodologi pengajaran yang lebih komunikatif. Artikel ini berimplikasi pada pentingnya reorientasi kebijakan kurikulum nasional agar lulusan lembaga pendidikan Islam memiliki daya saing global tanpa kehilangan otentisitas religiusnya.
Copyrights © 2026