Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di SMK Binajaya Palembang. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan 30 siswa kelas X Perhotelan 1. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen angket terdiri atas delapan pernyataan dengan pilihan jawaban Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), dan Tidak Setuju (TS), serta dua pertanyaan terbuka mengenai hal yang disukai siswa dan kesulitan yang dialami selama pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Communicative Language Teaching (CLT) menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa melalui kegiatan diskusi kelompok, pair work, role play, presentasi, dan tanya jawab. Aktivitas komunikasi siswa meningkat, ditunjukkan oleh keberanian bertanya, menjawab pertanyaan guru, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat menggunakan bahasa Inggris. Hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran menggunakan metode CLT. Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka, siswa menyatakan bahwa mereka menyukai kegiatan diskusi, praktik berbicara, dan kerja kelompok, sedangkan kesulitan yang masih dialami adalah keterbatasan kosakata, pelafalan, dan rasa kurang percaya diri ketika berbicara menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, metode Communicative Language Teaching (CLT) mampu menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih komunikatif serta memperoleh respons positif dari siswa kelas X Perhotelan 1 SMK Binajaya Palembang.
Copyrights © 2026