Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit arbovirus (arthropod-borne viral disease) yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh vektor penyakit berupa nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dan nyamuk Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan pengendalian vektor, salah satunya secara kimiawi dengan menggunakan larvasida berupa temefos. Larvasida alami berbasis tanaman diharapkan dapat mengurangi efek samping penggunaan larvasida sintetik. Bawang putih mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan organosulfur yang berpotensi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti. Uji larvasida dilakukan dengan memaparkan ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) dalam 5 dosis berbeda (125 ppm, 175 ppm, 250 ppm, 350 ppm dan 500 ppm) terhadap larva Aedes aegypti instar III selama 24 jam. Kontrol negatif berupa akuades dengan tween 80 3% dan kontrol positif berupa temefos 0,02 ppm. Pengujian diulang sebanyak 3 kali. Persentase mortalitas larva Aedes aegypti yang dihasilkan oleh ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) pada dosis 125 ppm, 175 ppm, 250 ppm, 350 ppm dan 500 ppm secara berturut-turut adalah 25,33%, 33,32%, 44%, 52% dan 68%. Persentase kematian larva pada kontrol negatif adalah 0% dan pada kontrol positif adalah 100%. Terdapat perbedaan bermakna antara mortalitas larva yang ditimbulkan oleh berbagai kelompok uji dengan kelompok kontrol positif. Nilai LC50 dan LC90 ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) yang diperoleh pada penelitian ini adalah 299,839 ppm dan 1510,673 ppm. Ekstrak kloroform bawang putih (Allium sativum) tergolong efektif sebagai larvasida (LC50 < 750 ppm). Namun, belum lebih efektif jika dibandingkan dengan temefos
Copyrights © 2026