Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut pembaruan paradigma dalam pendidikan, termasuk pada bidang Psikologi Pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan mengkaji konsepsi paradigma baru Psikologi Pendidikan Islam, sejarah perkembangannya, serta tujuan penerapannya dalam pendidikan. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan content analysis dan analisis komparatif terhadap berbagai sumber primer berupa buku dan artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma baru Psikologi Pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk yang utuh dengan dimensi jasmani, akal, ruh, qalb, dan fitrah yang saling berintegrasi. Berbeda dengan psikologi pendidikan konvensional yang lebih menitikberatkan pada aspek kognitif dan perilaku, paradigma ini menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai landasan epistemologis yang dipadukan dengan rasionalitas dan pendekatan ilmiah. Secara historis, konsep psikologi dalam pendidikan Islam telah berkembang sejak masa para cendekiawan Muslim seperti Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Khaldun, kemudian mengalami revitalisasi pada era modern sebagai respons terhadap keterbatasan paradigma psikologi Barat dalam memenuhi kebutuhan spiritual manusia. Tujuan Psikologi Pendidikan Islam adalah membentuk insan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkepribadian seimbang, serta mampu mengembangkan potensi intelektual, emosional, sosial, dan spiritual secara harmonis. Dengan demikian, paradigma baru Psikologi Pendidikan Islam menawarkan pendekatan pendidikan yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil yang mampu menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Copyrights © 2026