Perkembangan teknologi digital telah mendorong adopsi gamifikasi secara luas dalam dunia pendidikan sebagai strategi utama untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa. Seiring dengan disrupsi teknologi, integrasi Kecerdasan Buatan (AI) mulai mendefinisikan ulang lanskap tersebut melalui kemampuannya dalam memproses data pembelajaran secara real-time. Namun, gamifikasi konvensional sering kali menghadapi keterbatasan karena sifatnya yang statis dan kurang adaptif terhadap perbedaan kecepatan belajar serta kebutuhan psikologis individu siswa yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antara gamifikasi konvensional dan gamifikasi berbasis AI (AI-driven) dalam mengoptimalkan luaran pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, yang menyaring lebih dari 200 artikel dari database mentah hingga menghasilkan 15 artikel final yang memenuhi kriteria inklusi ketat. Hasil analisis menunjukkan bahwa gamifikasi berbasis AI secara signifikan lebih unggul dalam aspek personalisasi berkat kemampuannya menyesuaikan tantangan secara otomatis berdasarkan performa siswa. Keunggulan performa tersebut berdampak langsung pada peningkatan keterlibatan (engagement) siswa yang lebih konsisten dan mendalam selama proses pembelajaran. Lebih lanjut, tingkat retensi pemahaman materi dan keberlanjutan interaksi siswa terbukti lebih tinggi pada sistem yang diintervensi oleh teknologi adaptif ini. Meskipun demikian, implementasi gamifikasi berbasis AI masih menghadapi tantangan kritikal terkait kesiapan infrastruktur, kompetensi teknis guru, serta isu privasi data siswa yang sensitif. Sebagai kesimpulan, transisi dari gamifikasi konvensional ke sistem berbasis AI menawarkan potensi transformatif yang besar bagi efisiensi pembelajaran, dengan catatan bahwa kendala infrastruktur
Copyrights © 2026