Kota Tangerang menghadapi permasalahan genangan dan banjir akibat kondisi drainase yang belum optimal. Penentuan prioritas pembersihan drainase selama ini masih dilakukan secara manual dan cenderung subjektif, sehingga diperlukan sistem yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dalam menentukan prioritas pembersihan drainase menggunakan metode AHP, SAW, dan TOPSIS. Data yang digunakan merupakan data sekunder laporan kondisi drainase tahun 2022–2024 yang diperoleh dari Dinas PUPR Kota Tangerang, dengan jumlah data awal 6.383 baris dan setelah proses cleaning menjadi 2.390 data. Pada tahap implementasi, sistem menggunakan data tahun 2024 untuk proses perhitungan. Sistem mengolah data berdasarkan kriteria teknis yang telah ditentukan dan menghasilkan skor serta peringkat alternatif pada masing-masing metode. Hasil perbandingan pada studi kasus Jl. Sempati (A3728) menunjukkan perbedaan hasil perankingan, di mana metode SAW menghasilkan peringkat ke-62, AHP peringkat ke-8, dan TOPSIS peringkat ke-4. Berdasarkan analisis tersebut, metode TOPSIS dinilai sebagai metode yang paling representatif dan optimal karena mampu memberikan hasil yang lebih sesuai dengan kondisi urgensi teknis di lapangan. Sistem ini diharapkan dapat membantu Dinas PUPR dalam menentukan prioritas pembersihan drainase secara lebih cepat, objektif, dan akuntabel.
Copyrights © 2026