Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan dan kasusnya menunjukkan peningkatan pada kelompok remaja akibat rendahnya pengetahuan mengenai deteksi dini. Salah satu upaya preventif yang efektif adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan: (1) meningkatkan pengetahuan siswi mengenai kanker payudara dan SADARI; (2) meningkatkan keterampilan siswi dalam melakukan SADARI secara mandiri; serta (3) membandingkan efektivitas metode ceramah dan metode simulasi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kegiatan dilaksanakan di SMA Yayasan Pendidikan Keluarga Medan pada 14 April 2026 dengan melibatkan 30 siswi yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok A (15 siswi, metode ceramah) dan Kelompok B (15 siswi, metode simulasi). Kedua kelompok memperoleh materi yang sama tentang kanker payudara dan SADARI, tetapi dengan metode penyampaian yang berbeda. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk frekuensi, persentase, dan skor rata-rata. Hasil menunjukkan bahwa pada kelompok simulasi terjadi peningkatan keterampilan SADARI kategori baik dari 40% (12 siswi) pada pre-test menjadi 96,7% (29 siswi) pada post-test, sedangkan pada kelompok ceramah meningkat dari 33,3% (10 siswi) menjadi 80% (24 siswi). Skor rata-rata pengetahuan pada kelompok simulasi meningkat dari 62,4 menjadi 89,7 dan pada kelompok ceramah dari 60,8 menjadi 79,3. Metode simulasi terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SADARI. Kegiatan PKM ini disimpulkan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswi mengenai deteksi dini kanker payudara sehingga direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026