Penerapan sistem kerja berbasis tim semakin banyak digunakan organisasi untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja. Namun, kompetisi antartim yang semakin tinggi dapat mendorong anggota tim mengutamakan keberhasilan kelompok dibandingkan kepatuhan terhadap norma dan etika organisasi, sehingga berpotensi memunculkan Unethical Pro-Team Behavior. Berdasarkan Social Identity Theory, perilaku tersebut diperkirakan muncul melalui berkembangnya Collective Moral Disengagement sebagai mekanisme psikologis yang memediasi pengaruh Competitive Team Climate terhadap Unethical Pro-Team Behavior. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji peran Collective Moral Disengagement sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Partisipan penelitian berjumlah 358 karyawan yang bekerja dalam sistem kerja berbasis tim dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang mengukur Competitive Team Climate, Collective Moral Disengagement, dan Unethical Pro-Team Behavior. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Hayes Model 4 dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Competitive Team Climate berpengaruh positif dan signifikan terhadap Collective Moral Disengagement dan Unethical Pro-Team Behavior. Selain itu, Collective Moral Disengagement juga berpengaruh positif terhadap Unethical Pro-Team Behavior serta terbukti memediasi secara parsial hubungan antara Competitive Team Climate dan Unethical Pro-Team Behavior. Temuan ini menunjukkan bahwa iklim kerja yang kompetitif dapat meningkatkan kecenderungan perilaku tidak etis melalui berkembangnya pembenaran moral secara kolektif dalam tim. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur psikologi industri dan organisasi dengan memperkuat penerapan Social Identity Theory.
Copyrights © 2026