Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Self efficacy dan persepsi terhadap dukungan organisasi dengan employee engagement Muslikah, Etik Darul
FENOMENA Vol 27 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.791 KB) | DOI: 10.30996/fn.v27i2.1977

Abstract

Terdapat banyak faktor yang berhubungan dengan engagement seseorang terhadap pekerjaan maupun perusahaan. Tidak hanya faktor yang bersumber dari diri seseorang, tetapi faktor yang bersumber dari luar juga dapat mempengaruhi engagement seseorang, dalam penelitian ini ialah self efficacy dan persepsi terhadap dukungan organisasi. Seseorang merasa terlibat dan totalitas kepada perusahaan apabila kedua faktor tersebut seimbang. Hipotesis mayor dalam ini penelitian ialah ada hubungan antara self efficacy dan persepsi dukungan organisasi dengan employee engagement. Subyek penelitian ini adalah karyawan di enam Rumah Sakit di Surabaya sebanyak 113 karyawan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga skala yaitu skala employee engagement, skala self efficacy, dan skala persepsi terhadap dukungan organisasi. Pengujian terhadap hipotesis mayor dilakukan dengan menggunakan analisis regresi ganda dan menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self efficacy dan persepsi terhadap dukungan organisasi dengan employee engagement. Kata Kunci: Self efficacy, persepsi terhadap dukungan organisasi, employee engagement
Self Efficacy, Conscientiousness dan Employee Engagement Etik Darul Muslikah; Diah Sofiah; Yanto Prasetyo
Indonesian Psychological Research Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.656 KB) | DOI: 10.29080/ipr.v2i2.342

Abstract

This study aims to find out the correlation between self efficacy and conscientiousness with employee engagement. The hypothesis in this study is that there is a relationship between self efficacy and conscientiousness with employee engagement. This research is included in the type of quantitative non-experimental research. This research took place in St. Hospital. Vincentius a Paulo Surabaya. As for the subjects of the study were employees or employees of all sections in the St. Hospital. Vincentius a Paulo. It is known that the population residing in the St. Vincentius a Paulo is 1255 employees. This population has the characteristics of executing-level employees and permanent employees. In determining the number of subjects, researchers used the determination of subjects according to Slovin's opinion, then determined the research subjects to be extracted data in this study as many as 95 people. The analysis shows the correlation coefficient (r) of 0.815 with a significance level (p = 0.000). The results of this study are that there is a correlation between self efficacy and conscientiousness with employee engagement, so the hypothesis submitted is accepted.
WORK LIFE BALANCE PADA PEKERJA : BAGAIMANA PERANAN PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT DAN FAMILY SUPPORTIVE SUPERVISOR BEHAVIOR? Fadilla Faiza; Eben Ezer Nainggolan; Etik Darul Muslikah
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v6i1.5559

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah psychological empowerment dan family supportive supervisor behavior memiliki hubungan dengan work life balance pada pekerja. Populasi dari penelitian ini adalah para karyawan yang berlokasi di Kota Surabaya. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 271 orang dan ditentukan oleh tabel Issac dan Michael dengan tingkat kesalahan 10%. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Scale of Psychological Empowerment 12 item, Scale of Family Supportive Supervisor Behavior 14 item, dan Scale of Work Life Balance 17 item. Analisis yang dilakukan adalah regresi linier berganda, uji-t, rerata variabel, dan sumbangan efektif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa family supportive supervisor behavior berpengaruh positif signifikan terhadap work life balance (F = 33,892; r = 0,481; R Square = 0,322; P < 0,000). Family supportive supervisor behaviordan work life balance dapat menjadi strategi bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan kinerja karyawan agar terciptanya work life balance.
Big Five Personality Traits dan Work Engagement Karyawan di Surabaya Alexander, Benyamin; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.8050

Abstract

Perusahaan yang ingin mendapatkan hasil yang maksimal harus didampingi dengan karyawan yang sama juganya bekerja secara maksimal. Skala yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari skala yang sudah tercipta sebelumnya. Skala keterlibatan kerja diadaptasikan melalui skala Utrecht Work Engagement Scale (UWES) berdasarkan Schaufeli dan Bakker (2004) dan skala kepribadian diadaptasikan melalui skala Big Five Inventory (BFI) berdasarkan John dan Srivastava (1999). Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hipotesis pertama penelitian ini ditemukan bahwa kepribadian dapat menjadi sebuah prediktor untuk mengetahui tingkatan keterlibatan kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan, dengan nilai R=0,646, F=36,877, dan p<0,05. Hipotesis berikutnya dalam penelitian ini ditemukan bahwa dimensi kepribadian ekstraversi (β=0,859 dan p<0,05) dan kesadaran (β =765 dan p<0,05) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keterlibatan pekerjaan seorang karyawan. Sedangkan dimensi kepribadian keramahan, neurotisme dan keterbukaan terhadap pengalaman tidak memiliki hubungan yang signifikan.
Kepuasan kerja dan organizational commitmen pada karyawan: bagaimana peran moderasi sense of belongingness? Sentosa, Renaldo Daniel Muda; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12447

Abstract

The high employee turnover rate in Surabaya is a serious concern. This study examines the relationship between job satisfaction and organizational commitment among 395 employees in Surabaya. The results showed a significant positive relationship between the two variables. Furthermore, this study found that sense of belongingness plays an important role in strengthening this relationship. The higher the sense of belonging to the organization, the stronger the relationship between job satisfaction and organizational commitment. These findings highlight the importance for organizations to create an inclusive work environment and empower employees to feel part of the organization. By doing so, organizations can improve employee performance and achieve long-term strategic goals. Tingkat turnover karyawan yang tinggi di Surabaya menjadi perhatian serius. Penelitian ini mengkaji hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi pada 395 karyawan di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa sense of belongingness berperan penting dalam memperkuat hubungan ini. Semakin tinggi rasa memiliki terhadap organisasi, semakin kuat pula hubungan kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Temuan ini menyoroti pentingnya bagi organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberdayakan karyawan agar mereka merasa menjadi bagian dari organisasi. Dengan demikian, organisasi dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan strategis jangka panjang.
Analisis Hubungan Keberanian Mengambil Risiko dan Norma Subjektif terhadap Intensi Berwirausaha Mahasiswa: Temuan yang Tidak Signifikan Sryna, Maria Grace; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.17624

Abstract

Indonesia has a population of 284 million in 2024, with 69.3% being of productive age. However, the entrepreneurship ratio is only 3.47%, much lower than developed countries, while the unemployment rate reaches 4.82%. This study aims to analyze the relationship of risk-taking courage and subjective norms to entrepreneurial intention in college students. The research method used a correlational quantitative design with a Likert scale-based questionnaire instrument, involving a sample of 17 August Surabaya University students selected by accidental sampling. The results of the analysis showed that risk-taking courage (p = 0.533) and subjective norms (p = 0.129) did not have a significant relationship to entrepreneurial intention, either individually or simultaneously (Chi-Square = 2.177; p = 0.337). Other factors, such as self-efficacy and intrinsic motivation, may be more dominant in influencing entrepreneurial intention. In conclusion, although risk-taking courage and subjective norms are important, they are not enough to explain students' entrepreneurial intention thoroughly.
Gender dan Masa Kerja sebagai Variabel Moderator dalam Hubungan Work Life Balance dan Kinerja Karyawan Kusuma, Safira Nadya; Ezer Nainggolan , Eben Ezer; Muslikah , Etik Darul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.17721

Abstract

The purpose of this study was to identify the relationship between employee performance and work-life balance with gender and tenure as moderator variables. This study involved 384 employees working in Surabaya City. This study used a quantitative correlational approach. To find out how each variable contributes to the variability of employee performance, data analysis was carried out using a hierarchical regression analysis test. The results showed that there was a positive and significant relationship between work-life balance and employee performance (R² <0.092, and F Change <38.902). The addition of gender and tenure as moderator variables did not have a significant effect on the relationship. The second to fourth models showed significance values ​​above 0.05, indicating that the interaction between work-life balance and gender and tenure was not strong enough to significantly improve the model.
Analisis job insecurity dan organizational citizenship behavior pada karyawan Pangestu, Adam Julian; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11740

Abstract

Abstract Organizational Citizenship Behavior (OCB) is voluntary employee behavior that is not tied to formal responsibilities, without expectation of reward. One element that can affect OCB is job insecurity. This study aims to determine whether there is a relationship between job insecurity and OCB in employees at PT Pegadaian Regional Office XII Surabaya. This research uses correlational quantitative research. The sample technique in this study used a random sampling method where the subjects were taken from the entire population of 73 employees. The subjects in this study were all employees at PT Pegadaian Regional Office XII Surabaya. Data analysis was carried out using product moment correlation techniques. The result of the correlation coefficient is -0.614, this shows that the level of the correlation coefficient of this study has a negative relationship with a significance level of p=0.000 <0.01. This means that the greater the job insecurity felt by employees, the smaller the level of OCB shown by them. Conversely, if employees feel a lower level of job insecurity, the higher the OCB they show. Abstrak Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku sukarela karyawan yang tidak terikat tanggung jawab formal, tanpa mengharapan imbalan. Salah satu elemen yang dapat memengaruhi OCB adalah job insecurity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara job insecurity dengan OCB pada karyawan di PT. Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan metode random sampling yang dimana subjek diambil dari kesuluruhan populasi sebanyak 73 karyawan. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil koefisien korelasi sebesar -0,614, hal ini menunjukkan bahwa tingkat koefisien korelasi penelitian ini terdapat hubungan negatif dengan taraf signifikasi sebesar p=0,000<0,01. Artinya, semakin besar job insecurity yang dirasakan oleh karyawan, maka semakin kecil tingkat OCB yang ditunjukkan oleh mereka. Sebaliknya, jika karyawan merasakan tingkat job insecurity yang lebih rendah, maka OCB yang mereka tunjukkan akan semakin tinggi.
Lingkungan Kerja dan Psychological Well-Being Pengemudi Ojek Online: Menelisik Peran Dukungan Emosional Muhammad, Fikhi Surya Abadi; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12587

Abstract

Abstract Online motorcycle taxi drivers face various challenges in their work, such as unstable income, poor road conditions, and high risk of accidents, which can affect their psychological well-being. This study aims to understand how the perception of the quality of the work environment affects the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers with emotional support as a moderator. This study used a quantitative correlational design involving 300 online motorcycle taxi drivers. The data collection instrument in this study used a Likert scale consisting of a scale of perception of the quality of the work environment, a scale of psychological well-being, and a scale of emotional support. Data analysis was carried out using a moderation technique with the help of the jamovi application. The results showed that the perception of the quality of the work environment had a significant relationship with the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers and emotional support was found to moderate the relationship between the two variables. Keywords: emotional support; psychological well-being; perception of the quality of the work environment; online motorcycle taxi drivers. Abstrak Pengemudi ojek online menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan mereka, seperti pendapatan yang tidak stabil, kondisi jalan yang buruk, dan resiko kecelakaan yang tinggi, yang dapat memengaruhi psychological well-being mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi kualitas lingkungan kerja memengaruhi psychological well-being pengemudi ojek online dengan dukungan emosional sebagai moderator. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 300 pengemudi ojek online. Instrumen pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang terdiri dari skala persepsi kualitas lingkungan kerja, skala psychological well-being, dan skala dukungan emosional. Analisis data dilakukan menggunakan teknik moderasi dengan bantuan aplikasi jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas lingkungan kerja memiliki hubungan signifikan terhadap psychological well-being pengemudi ojek online dan dukungan emosional ditemukan mampu memoderasi hubungan dari dua variabel tersebut. Kata kunci: dukungan emosional; psychological well-being; persepsi kualitas lingkungan kerja; pengemudi ojek online.
Self Esteem pada Pengguna Filter Instagram di Kalangan Mahasiswa Perempuan ditinjau dari Prespektif Body Image Setiawan, Robertus Putra; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12643

Abstract

Penggunaan filter Instagram seringkali menjadi salah satu cara pelajar untuk mempercantik penampilannya di media sosial. Namun penggunaan filter ini dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh aslinya; Apalagi jika tingkat kecantikan yang mereka gambarkan sulit dicapai di dunia nyata. Mengandalkan filter ini dapat memengaruhi citra tubuh dan harga diri pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan body image dengan harga diri pada mahasiswa psikologi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dan metode kuantitatif untuk menganalisis hubungan dua variabel. Skala pengukuran “ Body image” dan skala pengukuran “Self-Esteem” diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi product moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara body image dengan harga diri. Hubungan ini membuat individu menjadi lebih positif terhadap tubuhnya. Hal ini menunjukkan harga diri yang tinggi. Sebaliknya, orang yang memiliki citra tubuh negatif memiliki harga diri yang rendah. Filter Instagram memungkinkan individu dapat meningkatkan persepsi citra tubuh dan meningkatkan harga diri. Namun penelitian ini menemukan bahwa orang dengan citra tubuh rendah menggunakan filter untuk memenuhi ekspektasi sosial dan penerimaan diri di media sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat beberapa individu yang mengunakan filter adalah individu dengan body image positif dan juga self esteem yang tinggi, sehingga individu tersebut mengunakan filter bertujuan untuk memperkuat citra diri dan juga harga dirinya