Studi ini menjelaskan tentang teori organisasi neoklasik yang hadir atas jawaban dari teori organisasi klasik. Pada awalnya penemuan ini bukanlah hal yang disengaja karena pada proses penelitiannya seluruh aspek dan unsur percobaan menggunakan teori klasik, namun ternyata hasilnya menunjukan hal yang berbanding terbalik. Hal-hal sosio Psikologis yang semuala tidak dianggap penting pada teori klasik, ternyata justru menjadi penentu utama kualitas dan produktifitas sebuah organisasi. Meski demikian teori neoklasik juga masih meninggalkan jejak kegagalan diantaranya menbuat hubungan antara manajer dan anggota menjadi lebih fleksibel hingga berdampak ada kurangnya wibawa dan memberi ruang untuk menghilangkan Batasan antara atasan dan bawahan. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen selaku ilmu terapan sudah seyogyanya terus melakukan evaluasi dan observasi sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman. Dengan demikian kemungkinan pengembangan dan perubahan teori pasti terjadi hingga sebuah organisasi bermutasi menjadi bentuk ideal sesuai kebutuhan zaman.
Copyrights © 2026