ABSTRAK Peradaban digital modern yang ditandai munculnya Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kerangka Society 5.0 membawa perubahan mendasar di hampir semua lini kehidupan. Teknologi memang mempermudah akses informasi dan mempercepat produktivitas, tapi di sisi lain melahirkan problem yang tidak kalah serius yaitu banjir informasi, wabah hoaks, krisis kesehatan mental akibat ketergantungan digital, eksploitasi data pribadi, hingga bias algoritma yang bersifat diskriminatif. Etika teknologi yang ada saat ini masih didominasi perspektif Barat-sekuler yang utilitarian—dan mengabaikan dimensi spiritual manusia. Kajian ini menelaah bagaimana metode Tafsir Maudhu'i (Tematik) bisa menjadi pendekatan yang menjembatani teks Al-Qur'an dengan realitas digital hari ini. Melalui analisis terhadap QS. Al-'Alaq: 1-5 tentang literasi holistik, QS. Al-Baqarah: 30-33 tentang khalifah dan batasan ilmu, serta prinsip maqashid al-syari'ah, Tafsir Maudhu'i dapat melahirkan kerangka etis yang operasional—termasuk konsep Sharia-Compliant AI dan tata kelola transformasi digital yang berpusat pada manusia.
Copyrights © 2026