Nastar merupakan salah satu kue kering yang popular di Indonesia dan umumnya menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama. Ketergantungan terhadap tepung terigu impor mendorong perlunya pemanfaatan bahan pangan lokal alternatif, salah satunya tepung sagu aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung sagu aren dan tepung terigu terhadap karakteristik sensori nastar serta menentukan formulasi terbaik yang paling disukai panelis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan empat perlakuan proporsi tepung. Penilaian dilakukan melalui uji organoleptic oleh panelis yang terdiri atas 5 panelis terlatih dan 30 panelis semi terlatih. Parameter yang diamati meliputi warna, bentuk, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan keseluruhan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan proporsi tepung sagu aren dan tepung terigu berpengaruh nyata terhadap warna, bentuk, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan keseluruhan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma. Formulasi S10 (100% tepung sagu aren) memperoleh skor tertinggi dibanding formulasi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, tepung sagu aren berpotensi digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan nastar karena mampu menghasilkan karakteristik sensori yang baik dan diterima oleh panelis.
Copyrights © 2026