Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia terus meningkat, sementara keterbatasan pasokan listrik masih menjadi kendala khususnya di Pesantren Baitussa'adah, Desa Sukarahayu, Kabupaten Bekasi. Dimana daya listrik terpasang dari PLN yang hanya sebesar 450 VA belum mampu memenuhi kebutuhan operasional, sehingga sering terjadi kelebihan beban saat kegiatan malam hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan menyusun perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off grid sebagai upaya mendukung kemandirian energi pesantren. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan energi listrik, pengukuran potensi radiasi matahari, dan perancangan teknis sistem PLTS. Hasil menunjukkan potensi energi surya sebesar 1.664,2 kWh/m²/tahun dengan kebutuhan energi harian 2,88 kWh. Sistem yang direkomendasikan terdiri atas 6 panel surya 200 Wp, 4 baterai 12 V/100 Ah, dan 11 lampu DC 12 V/20 W dengan estimasi investasi Rp17.831.000,00. Selain memberikan alternatif penyediaan energi yang andal bagi pesantren, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman pengelola dan masyarakat sekitar mengenai pemanfaatan energi surya, membuka peluang penghematan biaya listrik, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik konvensional, serta mendorong terbentuknya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan energi bersih yang berkelanjutan. Dengan demikian, Pesantren Baituss Sa'adah berpotensi menjadi pusat edukasi dan model percontohan penerapan energi terbarukan bagi masyarakat pedesaan di Desa Sukarahayu dan wilayah sekitarnya.
Copyrights © 2026