Permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia masih kompleks, terutama dalam pemenuhan gizi dan status kesehatan anak. Salah satu masalah gizi dengan prevalensi tinggi adalah stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan stunting kepada keluarga balita dan masyarakat, yang didukung pemetaan mendalam faktor risiko stunting di tingkat rumah tangga. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi keluarga balita terindikasi stunting, hambatan praktik gizi, serta upaya pencegahan stunting dalam konteks peran keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi dan wawancara semi terstruktur, dilanjutkan edukasi pencegahan menggunakan media leaflet pada kegiatan posyandu Desa Belik. Sasaran kegiatan adalah 10 keluarga dengan balita terindikasi stunting. Hasil menunjukkan pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita belum optimal, ditemukan pada 8 dari 10 keluarga. Mayoritas ibu balita tidak rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan memiliki riwayat anemia saat kehamilan, serta ditemukan kasus infeksi atau alergi. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa stunting tidak hanya bersumber dari aspek gizi, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan perilaku keluarga, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara holistik dan berkelanjutan. Kegiatan edukasi bermedia leaflet yang dilakukan juga menunjukkan bahwa keluarga sasaran menjadi lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting sejak dini.
Copyrights © 2026