Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan sebagian pelaku UMKM dalam memanfaatkan promosi digital, media sosial, media informasi usaha, dan pembayaran digital. Permasalahan utama mitra meliputi promosi yang belum optimal, poster menu yang belum tersedia atau rusak, media sosial yang belum dimanfaatkan secara konsisten, serta sebagian usaha belum menggunakan QRIS. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pendampingan promosi digital bagi UMKM dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Kegiatan dilakukan di Jalan Haji Ali, Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan sasaran 12 UMKM kuliner dan makanan ringan. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendampingan partisipatif dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, pendampingan teknis, dokumentasi, dan evaluasi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% responden mengikuti kegiatan dan menilai pendampingan sesuai dengan kebutuhan usaha. Sebanyak 66,7% responden memperoleh pendampingan promosi digital, sedangkan 33,3% memperoleh pendampingan pembayaran QRIS. Manfaat utama yang dirasakan meliputi peningkatan pemahaman promosi digital dan media sosial sebesar 41,7%, tersedianya poster atau daftar menu yang lebih jelas sebesar 25%, serta meningkatnya adaptasi teknologi dan QRIS sebesar 33,3%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan promosi digital mampu meningkatkan kesiapan awal UMKM dalam memperluas jangkauan pemasaran. Meski begitu, konsistensi promosi dan adaptasi teknologi masih perlu diperkuat melalui tindak lanjut berkelanjutan.
Copyrights © 2026