Learning burnout merupakan salah satu permasalahan yang berpotensi muncul pada pembelajaran Biologi karena karakteristik materi yang kompleks dan abstrak, khususnya pada materi Sistem Koordinasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman subjektif siswa terkait learning burnout, meliputi bentuk pengalaman, faktor penyebab, strategi mengatasi kejenuhan, dan harapan terhadap pembelajaran Biologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Sebanyak 33 siswa mengisi angket sebagai tahap awal penelitian, kemudian dipilih tujuh siswa sebagai informan utama melalui purposive sampling berdasarkan kecenderungan mengalami learning burnout, serta satu guru Biologi sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning burnout dimaknai siswa sebagai pengalaman bosan, kelelahan mental, menurunnya konsentrasi, motivasi, dan hasil belajar. Faktor penyebab meliputi faktor dalam diri siswa berupa kesulitan memahami konsep abstrak dan menurunnya konsentrasi, serta faktor luar berupa padatnya materi, keterbatasan waktu pembelajaran, metode dan media yang kurang variatif, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Siswa mengatasi kejenuhan melalui strategi coping seperti beristirahat, berdiskusi, dan mencari hiburan, serta mengharapkan pembelajaran yang lebih interaktif melalui media visual, praktikum, dan diskusi. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran Biologi yang berpusat pada siswa untuk meminimalkan learning burnout.
Copyrights © 2026