Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fenomenologi Learning Burnout Siswa SMA dalam Pembelajaran Materi Sistem Koordinasi Kelas XI-7 di SMAN 1 Jakarta Supardi U. S; Nur Nurlela; Apika Aprilia; Risma Permatasari; M. Farruq K; Edi Purnama; Habibah Habibah; Fatma Liliyana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4805

Abstract

Learning burnout merupakan salah satu permasalahan yang berpotensi muncul  pada pembelajaran Biologi karena karakteristik materi yang kompleks dan abstrak, khususnya pada materi Sistem Koordinasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman subjektif siswa terkait learning burnout, meliputi bentuk pengalaman, faktor penyebab, strategi mengatasi kejenuhan, dan harapan terhadap pembelajaran Biologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Sebanyak 33 siswa mengisi angket sebagai tahap awal penelitian, kemudian dipilih tujuh siswa sebagai informan utama melalui purposive sampling berdasarkan kecenderungan mengalami learning burnout, serta satu guru Biologi sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning burnout dimaknai siswa sebagai pengalaman bosan, kelelahan mental, menurunnya konsentrasi, motivasi, dan hasil belajar. Faktor penyebab meliputi faktor dalam diri siswa berupa kesulitan memahami konsep abstrak dan menurunnya konsentrasi, serta faktor luar berupa padatnya materi, keterbatasan waktu pembelajaran, metode dan media yang kurang variatif, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Siswa mengatasi kejenuhan melalui strategi coping seperti beristirahat, berdiskusi, dan mencari hiburan, serta mengharapkan pembelajaran yang lebih interaktif melalui media visual, praktikum, dan diskusi. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran Biologi yang berpusat pada siswa untuk meminimalkan learning burnout.
Penerapan Pendekatan Proses Belajar Sole (self organized learning environment) pada Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Capaian Akademik Siswa Hendra Wijaya; Supardi U. S
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i2.5811

Abstract

The Biology learning process at SMAN 3 Cibeber still produces achievements that are not optimal, this condition is due to the application of a more dominant conventional learning process approach, where teachers often use lectures rather than actively involve students. This study adopts a quantitative approach with an experimental design to test the effect of the application of the sole learning process approach on students' academic activities and achievements. The subject of this study is grade XI students in the 2024/2025 Academic Year. A total of 25 students were selected for the experimental class and another 25 students for the control class. This study uses a quasi-experimental design with data collection through initial evaluation and final evaluation. The data obtained was analyzed using the paired sample T-test. The results of the analysis showed a significance value of 0.000, which is smaller than 0.05, indicating a significant difference in the academic achievement of students in experimental classes that applied the sole learning process. The increase in students' cognitive academic achievement can be seen from the N-Gain value of 0.46 which is included in the medium category. These findings show that the application of the sole learning process in the excretory system learning process can increase both student engagement and academic achievement.