Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dikembangkan sejak sekolah dasar, namun hasil studi PISA 2022 menunjukkan capaian siswa Indonesia dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi masih rendah. Salah satu upaya mengatasi hal tersebut adalah melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Etno-STEM yang mengintegrasikan kearifan lokal Kincir Cai masyarakat Sunda ke dalam pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan metode Design Based Research (DBR) yang dibatasi pada tahap identifikasi dan analisis masalah, sehingga belum sampai pada tahap perancangan, uji coba, maupun evaluasi produk akhir. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru kelas IV, penyebaran angket kepada 22 siswa kelas IV SDN 2 Manonjaya, dan studi dokumentasi LKPD yang digunakan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan utama: (1) pembelajaran IPA telah dilaksanakan secara kontekstual melalui praktikum namun masih terkendala keterbatasan sarana dan LKPD yang digunakan belum mengintegrasikan unsur Etno-STEM; (2) sebagian besar siswa memiliki minat belajar yang baik tetapi masih kesulitan memahami materi Energi dan Gaya; (3) LKPD yang digunakan belum memfasilitasi indikator kemampuan berpikir kritis secara optimal. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan LKPD berbasis Etno-STEM Kincir Cai sebagai solusi kontekstual untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPA fase B.
Copyrights © 2026