Pembelajaran menulis cerpen di SMA masih menghadapi tantangan karena siswa dituntut mampu menemukan ide, menyusun alur, membangun konflik, menggunakan bahasa naratif, dan mengolah pengalaman personal menjadi cerita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas XI.3 SMA Negeri 5 Kendari ditinjau dari faktor siswa, guru, serta sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang didukung data kuantitatif deskriptif sederhana. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara guru dan siswa, serta dokumentasi nilai menulis cerpen. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 dari 36 siswa atau 72% belum mencapai KKM 79. Problematika dominan meliputi kesulitan berkonsentrasi, menemukan ide, mengembangkan alur, rendahnya minat menulis, motivasi yang belum optimal, dan suasana kelas yang kurang mendukung. Implikasinya, problematika menulis cerpen terbentuk dari interaksi faktor siswa, strategi pedagogis, dan ekosistem literasi sekolah.
Copyrights © 2026