Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK USIA 2 - 3 TAHUN KELURAHAN LAIWORU KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Arjuna Bysmantara; La Yani Konisi; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i5.325

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan fonem, morfem, dan kalimat anak pada usia 2 – 3 tahun dikelurahan laiworu kecamatan batalaiworu kabupaten muna. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang terjun langsung ke tempat penelitian. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, karena penelitian ini berisi gambaran mengenai tahap pemerolehan bahasa anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik mendengarkan, teknik catat, dan teknik rekam. Pada penelitian ini ditemukan bentuk proses pemerolehan bahasa. Pertama pada usia 2 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, c, h, j, k, l, m, n, p, t, dan y. Pada usia 2,4 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o  dan fonem konsonan c, d, f, g, h, k, m, n, r, p, s, t, dan y. Pada usia 2,6 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, d, g, h, k, l, m, n, p, r, s, t, dan y. Pada usia 2,8 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, c, d, g, h,  j, k, l, m, n, p, t, dan y. Pada usia 3 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, c, f, g, h, j, k, l, m, n, p, s, t, w, dan y. kedua Pemerolehan morfem yang muncul pada anak usia 2 – 3 tahun lebih banyak menggunakan morfem bebas dan sesekali menggunakan morfem terikat. Ketiga pada pemerolehan frasa anak usia 2 – 3 tahun lebih banyak menggunakan frasa nominal, pada usia 2,6 dan 2,8 tahun lebih banyak menggunakan frasa verbal, dan pada usia 2,4, 2,6, dan 2,8 tahun sesekali menggunakan frasa adjectival, frasa adverbial, dan frasa preposisional. keempat pada pemerolehan kalimat anak sudah mencapai kalimat yang lebih rumit dan kompleks. Peralihan dari USK menjadi kalimat yang terdiri dari beberapa kata yang terjadi secara bertahap.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IX Siti Umriyah; Sulfiah; Marwati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.396

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) meningkatkan penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam kegiatan mengajar guru kelas IX 1 SMP Negeri 1 Tiworo Tengah; (2) memperluas penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam kegiatan pembelajaran siswa kelas IX 1 SMP Negeri 1 Tiworo Tengah; dan (3) meningkatkan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas IX 1 SMP Negeri 1 Tiworo Tengah. Empat langkah penelitian semacam ini adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Penelitian ini juga dikenal sebagai penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan metodologi hibrid yang menggabungkan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian ini, penilaian tertulis berupa esai, wawancara, lembar observasi, dan rekaman gambar digunakan sebagai metode pengumpulan data. Ada dua kategori data yang digunakan dalam teknik analisis data penelitian ini: data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data kualitatif dikumpulkan dengan melihat instruktur dan siswa beraksi. Dalam penerapan model Project Based Learning dalam melaksanakan proses pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menulis cerpen, penilaian berupa hasil belajar siswa memberikan analisis data kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketika siswa menggunakan paradigma pembelajaran berbasis proyek, keterampilan mereka dalam menulis cerita pendek meningkat. Pada siklus I hasil belajar siswa diperoleh ketuntasan belajar sebanyak 12 orang dengan persentase 48%, sedangkan gagal tuntas sebanyak 13 orang dengan tingkat ketuntasan 52% dan nilai rata-rata 69. Pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan belajar. jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau tingkat ketuntasan 88%, dengan 22 siswa mencapai tujuan tersebut. Dengan skor rata-rata 81,6, tiga siswa gagal dalam mata pelajaran tersebut, terhitung 12% dari total. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Project Based Learning dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa SMP Negeri 1 Tiworo kelas IX 1.  
ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE PADA KARIKATUR SAMPUL MAJALAH TEMPO EDISI 22-28 JANUARI 2024 BERJUDUL OMON-OMON BANSOS Fitra Wahyudi; Muhammad Hasyim; Muhammad Nur Iman; Sukur Oda; Andi Muh. Ruum Sya'baan; Rahmawati; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.539

Abstract

Kreativitas redaktur Tempo dalam mengemas tanda-tanda visual melalui karikatur sampul majalah menjadi daya tarik tersendiri bagi pembacanya. Karikatur tidak hanya mempertimbangkan sifat estetis semata, namun juga mengedepankan penyampaian pesan yang dapat menggugah daya kritis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pada konstruksi tanda yang ditampilkan oleh redaktur Tempo pada sampul majalah edisi tanggal 22-28 Januari 2024 dengan judul Omon-Omon BANSOS Pendekatan kualitatif melalui paradigma konstruktivisme menjadi pijakan dasar dalam pelaksanaan penelitian. Data yang dikumpulkan berupa tanda-tanda simbolik berbentuk karikatur, lalu dianalisis berdasarkan teori Semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil analisis menunjukkan bahwa redaktur Tempo mewakili penyampaian kritik terhadap indikasi penyalahgunaan kekuasaan pemerintahan Jokowi terhadap kebijakan penyaluran bantuan sosial, bantuan sosial yang seharusnya dijadikan sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan rakyat, malah dijadikan sebagai alat tunggangan politik untuk meningkatkan elektoral pasangan calon Prabowo-Gibran.
BILINGUAL DALAM PERISTIWA JUAL BELI DI PASAR RAKYAT Ermi Ramadhani; Sri Suryana Dinar; sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.670

Abstract

Code mixing occurs in many forms and is influenced by several conditions; this study seeks to characterize these forms and their effects in the speech events of vendors and customers at the Penanggo People's Market in Lambandia District, East Kolaka Regency. This study takes a sociolinguistic approach to its qualitative descriptive research. A variety of listening, note-taking, recording, and interviewing strategies were employed in this investigation. This study's data analysis procedure involves transcribing spoken information into written form in Indonesian, then back into spoken form, and finally collecting the data based on its meaning characteristics. Examining the causes of code mixing is the next step. Findings from this research include instances of code mixing as well as other kinds of code mixing, such as the insertion of words, phrases, and clauses. Code mixing can occur due to the following factors: 1) the code's limitations, 2) the speaker's personality and function, 3) the speaker's goal, and 4) the speaker's background.
GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN PUISI TIDAK ADA NEW YORK HARI INI KARYA M. AAN MANSYUR Hasriani; sulfiah; Irianto Ibrahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu berupa kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data tertulis berupa teks puisi, yang memuat tentang gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York HariIni karya M. Aan Mansyur. Sumber data dalam penelitian ini berupa yaitu data tertulis dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, cetakan ketujuh pada Juni 2016, dengan jumlah 31 puisi, dan terdiri atas 120 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Pendekatan Stlistika digunakan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pada gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur terdapat 4 gaya bahasa yaitu gaya bahasa asosiasi, metafora, personifikasi dan disfimisme. Dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur terdapat 7 gaya bahasa asosiasi, 6 gaya bahasa metafora, 10 gayabahasa personifikasi, dan 1 gaya bahasa disfimisme. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang dominan dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur adalah gaya bahasa personifikasi.
KEBERTAHANAN KOSAKATA KELADANGAN BAHASA KULISUSU Rikal Jufri; La Yani Konisi; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1156

Abstract

The problem of this research is "how is the level of sustainability of the Kulisusu language field vocabulary in Waculaea Village, Kulisusu District, North Buton Regency". The purpose of this study is to describe the level of sustainability of the Kulisusu language field vocabulary in Waculaea Village, Kulisusu District, North Buton Regency. The type of research used in this paper is field research using qualitative methods supported by quantitative analysis in describing the level of sustainability of its vocabulary. The data collection technique uses a questionnaire. Based on the research results, it shows that the vocabulary that is still understood and known by all respondents reaches 2,141 vocabularies divided by the number of vocabularies in all questionnaires of 2500 vocabularies multiplied by 100%, so that the percentage of survival of farming vocabulary in Waculaea Village, Kulisusu District, North Buton Regency is 85.64%, while the number of vocabularies that are not understood is 359 vocabularies divided by the number of vocabularies in all questionnaires of 2500 vocabularies multiplied by 100%, with a percentage of 14.36%. It can be concluded that the Survival of Farming Vocabulary in Waculaea Village, Kulisusu District, North Buton Regency is still
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS XI DI PONDOK TAHFIDZ PESANTREN UMMUL QURRA’ KENDARI Jihan Fahirah; La Ode Balawa; sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1301

Abstract

The purpose of this study is to describe the forms of politeness maxims in the social interactions of eleventh-grade students at Pondok Tahfidz Pesantren Ummul Qurra’ Kendari. This research is a field study, and the method used is a descriptive method aimed at providing a detailed and in-depth description of the research findings. The data used in this study consists of students' utterances during social interactions in the environment of Pondok Tahfidz Pesantren Ummul Qurra’ Kendari, specifically in speech situations. Data collection methods include observation and conversation techniques, while data collection techniques consist of recording and note-taking. The data analysis technique employed is a sociopragmatic approach, involving stages such as data transcription, data classification, data interpretation, and data analysis. The research findings indicate that the language politeness at Pondok Tahfidz Pesantren Ummul Qurra' Kendari applies six politeness maxims: (1) the tact maxim, (2) the generosity maxim, (3) the approbation maxim, (4) the modesty maxim, (5) the agreement maxim, and (6) the sympathy maxim. These maxims are evident in the students' interactions and reflect the application of politeness principles in the pesantren environment.
PSIKOLOGI TOKOH DALAM NOVEL SERANGKAI KARYA VALERIE PATKAR: PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Sundari Ayu Wandira Indah Surya; Irianto Ibrahim; sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.2011

Abstract

This study aims to describe the psychological aspects of the characters in the novel Serangkai by Valerie Patkar through the lens of Sigmund Freud’s psychoanalytic theory. The analysis focuses on the three components of personality structure: the id, ego, and superego. This is a qualitative descriptive study using a library research design. The primary data source is the novel Serangkai, published by Bhuana Ilmu Populer in 2021, consisting of 400 pages. The study adopts a literary psychology approach, emphasizing the internal psychological conditions of the characters as reflected in the narrative, without involving the author's background or readers’ responses. Data were collected through content analysis by identifying and interpreting textual evidence that reflects the dynamics of the id, ego, and superego based on Freud’s theory. The findings reveal that the characters in Serangkai undergo complex internal conflicts resulting from the interaction among their instinctual drives (id), rational thinking (ego), and moral conscience (superego). These psychological dynamics significantly influence their behaviors and decisions throughout the story.
KEBERTAHANAN KOSAKATA BAHASA CIACIA DALAM TRADISI MA’ATA’A PADA MASYARAKAT DESA GUNUNG SEJUK Farni Gafar; sulfiah; Rachman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2157

Abstract

The research aims to determine the level of lexical retention of the Ciacia language within the ma’ata’a traditional ceremony in Gunung Sejuk Village, Sampolawa District, Buton Selatan Regency. The type of research used is field research employing a quantitative method to describe the degree of vocabulary retention. The data were collected through questionnaires. The results of the study indicate that from 100 lexical items presented to 50 respondents, a total of 5.000 lexical data were obtained. Of these, 2.041 vocabularies (40,82%) are still known and actively used, 1.791 vocabularies (35,82%) are known but no longer used, and 1.181 vocabularies (23,62%) are neither known nor used by the respondents. Based on these findings, it can be concluded that the lexical retention of the Ciacia language in the ma’ata’a traditional ceremony among the people of Gunung Sejuk Village can still be maintained, with a retention rate of 40,82%.