Penelitian ini membahas dimensi eksistensial tokoh Kamado Tanjiro dalam anime Demon Slayer: Infinity Castle Arc melalui perspektif psikologi eksistensial Rollo May. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya narasi krisis eksistensial, pilihan moral, dan perjuangan mempertahankan keberadaan diri dalam situasi ekstrem. Penelitian bertujuan mendeskripsikan konsep being-in-the-world yang meliputi umwelt, mitwelt, dan eigenwelt, pemaknaan nonbeing, serta wujud intensionalitas, cinta, kepedulian, keinginan, dan kebebasan pada tokoh Tanjiro. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan, tindakan, dan ekspresi Tanjiro yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap adegan dalam anime. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan temuan berdasarkan konsep psikologi eksistensial Rollo May dan menafsirkannya secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanjiro merepresentasikan keberanian menghadapi kematian, menjaga relasi sosial, mempertahankan integritas diri, mencintai secara altruistik, serta memilih kebebasan secara bertanggung jawab. Implikasinya, anime dapat dipahami sebagai teks sastra kontemporer yang kaya muatan psikologis.
Copyrights © 2026