Masifnya penggunaan media sosial melahirkan berbagai paradoks sosial, seperti ketergantungan pada validasi digital, identitas performatif, menurunnya kualitas interaksi, serta perubahan nilai pendidikan, pola asuh, dan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya bahasa sindiran dalam lirik lagu Selamat Hari Raya Social Media karya Aldy Amis sebagai bentuk kritik sosial terhadap budaya digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika berdasarkan teori gaya bahasa sindiran Gorys Keraf. Data penelitian berupa larik dan bait lirik yang mengandung ironi, satire, sinisme, dan innuendo. Data dikumpulkan melalui teknik simak, transkripsi, baca cermat, dan catat, kemudian diklasifikasikan serta ditafsirkan berdasarkan fungsi stilistika dan makna sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi menjadi strategi paling menonjol karena memperlihatkan pertentangan antara kehidupan nyata dan performa digital. Satire, sinisme, dan innuendo memperkuat kritik terhadap konsumsi konten rendah mutu, pengasuhan berbasis gawai, nasionalisme performatif, dan ketergantungan pada media sosial. Implikasinya, lirik lagu dapat menjadi medium estetis untuk menyampaikan kritik sosial di era digital.
Copyrights © 2026