Kehamilan dengan preeklamsia berat (PEB) pada usia maternal lanjut (>35tahun) meningkatkan risiko keselamatan ibu dan janin. Studi kasus ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan komprehensif pada Ny. S (43 tahun), G6P5A0 post sectio caesarea (SC) atas indikasi PEB di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh nyeri luka operasi skala 5 dan kurang terpapar informasi nutrisi post-SC. Tiga diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut, risiko infeksi (leukosit 18.9x103/uL dan defisit pengetahuan. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri (napas dalam, kolaborasi Ketorolac 30 mg), pencegahan infeksi (perawatan luka NaCl 0,9%, edukasi cuci tangan, kolaborasi Ceftriaxone 1 g), serta edukasi nutrisi tinggi kalori dan protein. Evaluasi selama dua hari menunjukkan hasil optimal: tingkat pengetahuan meningkat, tidak ada tanda infeksi (luka kering dan bersih), serta skala nyeri menurun menjadi 3. Kesimpulannya, asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaboratif efektif mengatasi nyeri pasca-bedah, mencegah risiko infeksi dan meningkatkan pemahaman nutrisi pasien.
Copyrights © 2026