Siti Fatimah
Akademi Keperawatan Al Hikmah 2 Brebes

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Dengan Post Operasi Sectio Carsarea Indikasi Partus Tak Maju Di Ruang Nusa Indah RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal Futuhatil Ilahiyah; Tati Karyawati; Siti Fatimah
An-Najat Vol. 1 No. 4 (2023): NOVEMBER : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i4.482

Abstract

Labor and birth are physiological events, during the birth process the baby, placenta and membranes are expelled from the uterus through the birth canal. Women who are facing labor definitely want their labor to go smoothly and give birth to a perfect baby. However, it is not uncommon for the birthing process to experience obstacles and a surgical procedure, namely Sectio Caesarea, must be carried out, either due to considerations of saving the mother and fetus or the patient's personal wishes (Ramadhanti et al, 2022).
Faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesaria Siti Fatimah; Linda Febri Oktaviana
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.506

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO) Sectio Caesarean deliveries are increasing globally, and 1 in 5 (21%) of all births. This number is expected to continue to rise over the next decade, with nearly one-third (29%) of all births likely to be by cesarean delivery by 2030. Purpose: To analyze factors associated with sectio caesarean delivery. Methods: This study used a quantitative design using Analytical survey method through Cross Sectional approach. The population in this study was 2,142 people and a sample of 96 people sampled using the Systematic Random Sampling method. Results: The study showed that the factors associated with sectio caesarean delivery were premature rupture of membranes (KPD) from the statistical test results p-value = 0.001, preeclampsia from the statistical test results p-value = 0.025 and history of sectio caesarean from the statistical test results p-value = 0.017. Conclusion: That there is a relationship between KPD, Preeclampsia and SC History with Sectio Caesaria delivery at RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu. Suggestion: This study is expected to be an input in providing maximum service, especially for prevention and to overcome the risk factors for Sectio Caesarean delivery in laboring mothers and can improve Antenatal Care (ANC) services.   Keywords: History of Sectio Caesarea; Preeclampsia; Premature rupture of membranes (CKD); Sectio Caesa.   Pendahuluan: Menurut World Health Organization (WHO) persalinan Sectio Caesarea terus meningkat secara global, Dan 1 dari 5 (21%) dari seluruh kelahiran. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat pada decade mendatang, dengan hampir sepertiga (29%) dari seluruh kelahiran kemungkinan akan melalui persalinan Sectio Caesarea pada tahun 2030. Tujuan: Untuk menganalisa Faktor yang Berhubungan Dengan Persalinan Sectio Caesaria Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan metode survey Analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 2.142 orang dan sampel sebanyak 96 orang sampel diambil menggunakan metode Systematic Random Sampling. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan persalinan Sectio Caesaria adalah Ketuban Pecah Dini (KPD) dari hasil uji statistik p-value = 0.001, Preeklamsi dari hasil uji statistik p-value = 0.025 dan Riwayat Sectio Caesaria dari hasil uji statisti p-value = 0.017. Simpulan: Bahwa terdapat hubungan antara KPD, Preeklamsi dan Riwayat SC dengan persalinan Sectio Caesaria di RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan di dalam memberikan pelayanan yang maksimal khususnya untuk pencegahan dan untuk mengatasi faktor resiko persalinan Sectio Caesaria pada ibu bersalin dan dapat meningkatkan pelayanan Antenatal Care (ANC).   Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini (KPD); Preeklamsi; Riwayat Sectio Caesarea; Sectio Caesarea
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. B dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular: Hipertensi Pada Ny. J di Desa Kalibuntu RT 05 RW 02 Kecamatan Losari Kabupate Brebes Taufikurrokhman Taufikurrokhman; Esti Nur Janah; Siti Fatimah
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 4 (2024): October : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i4.408

Abstract

Hypertension is a condition where blood pressure is higher than the normal limit, namely for systolic ≥140 mmHg and for diastolic ≥90 mmHg. The purpose of this writing is to find out and provide nursing care for Mr. B’s family with cardiovascular system disorders: hypertension in Mr. J in Kalibuntu Village Rt 05 Rw 02 Losari District Brebes Regency according to nursing standards. The method used s the data collection method in the form of interviews, observations, documentation studies and physical examinations. From the case rewiew, it was found that the client’s main complaint was pain in the back of the head and pain in the neck, P: pain increases during activity, Q: pain like being cut, R: pain in the back of the head, S: pain scale 4 (moderate), T: pain comes and goes. The nursing problems found were acute pain and knowledge deficit. Interventions are arranged based on the theory in SDKI, SLKI and SIKI as well as on the client’s condition and can be implemented.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. M DENGAN POST PARTUM SPONTAN DISERTAI DIABETES MELITUS GESTASIONAL DI RUANG NUSA INDAH RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL Tri Aprilia Wulandari; Siti Fatimah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11199

Abstract

Post partum spontan merupakan masa fisiologis yang dialami ibu setelah persalinan dan dapat disertai berbagai komplikasi, salah satunya Diabetes Melitus Gestasional (DMG). DMG merupakan gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan selama kehamilan dan berisiko menimbulkan komplikasi pada masa nifas apabila tidak ditangani secara optimal. Peran perawat sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan komprehensif guna mencegah komplikasi serta meningkatkan status kesehatan ibu. Tujuan: Melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Ny. M dengan post partum spontan disertai Diabetes Melitus Gestasional di Ruang Nusa Indah RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode: Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Pengkajian menunjukkan bahwa Ny. M berusia 30 tahun mengeluh pandangan kabur, pusing, nyeri pada jalan lahir akibat luka jahitan perineum grade III, serta ASI belum keluar. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah sewaktu (GDS) 256 mg/dL. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, risiko infeksi dan defisit pengetahuan tentang perawatan payudara. Implementasi keperawatan difokuskan pada manajemen hiperglikemia, pencegahan infeksi, perawatan post partum, pemantauan kadar glukosa darah, serta edukasi kesehatan mengenai breast care. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masalah defisit pengetahuan teratasi sepenuhnya, sedangkan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah dan risiko infeksi teratasi sebagian yang ditandai dengan berkurangnya keluhan pasien, tidak ditemukan tanda infeksi, serta meningkatnya pemahaman pasien mengenai perawatan diri. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan komprehensif melalui manajemen hiperglikemia, pencegahan infeksi, pemantauan kondisi post partum dan edukasi kesehatan dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien, menambah pengetahuan, serta mencegah komplikasi pada ibu post partum dengan Diabetes Melitus Gestasional.
ASUHAN KEPERAWATAN Ny. A KELUARGA Tn. K DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL: RHEUMATOID ARTHRITIS DI DESA KAUMAN KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES Anastasya Wulandari; Siti Fatimah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11200

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun dan multisistem kronis yang menyebabkan nyeri, kekakuan, serta pembengkakan pada persendian. Kondisi ini sering kali dianggap remeh oleh masyarakat, padahal jika tidak ditangani dengan tepat dapat menurunkan kualitas hidup hingga menyebabkan kecacatan seumur hidup. Asuhan keperawatan keluarga memegang peran krusial dalam membantu memelihara kesehatan anggota keluarga secara holistik. Tujuan: Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk melaksanakan implementasi asuhan keperawatan keluarga yang komprehensif pada Ny. A dengan gangguan sistem muskuloskeletal: Rheumatoid Arthritis di Desa Kauman, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Metode: Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Hasil pengkajian menemukan pasien mengeluh nyeri seperti ditusuk-tusuk pada tangan kanan dan kaki kanan dengan skala nyeri 6, terasa kaku, pegal, sering kebas pada pagi hari, serta kurangnya pengetahuan keluarga mengenai penyakit. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri kronis dan defisit pengetahuan. Intervensi yang diberikan selama kunjungan rumah meliputi pemantauan skala nyeri, teknik relaksasi napas dalam, pemberian terapi komplementer kompres hangat menggunakan jahe dan serai, serta pemberian pendidikan kesehatan mengenai manajemen penyakit. Evaluasi akhir menunjukkan hasil yang signifikan, ditandai dengan penurunan skala nyeri pasien, berkurangnya ketegangan otot, serta meningkatnya pemahaman keluarga dalam mengenal dan merawat anggota keluarga dengan Rheumatoid Arthritis. Kesimpulan: Kombinasi intervensi keperawatan keluarga melalui pendidikan kesehatan dan terapi non-farmakologis kompres hangat jahe serai terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri serta meningkatkan literasi kesehatan keluarga
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY. J DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN: DM DESA KARANGANYAR KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES Gusnita Isroatus Sadiyah; Siti Fatimah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11201

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang menjadi ancaman kesehatan global dan sering kali dijuluki sebagai silent killer karena penanganannya yang terlambat dapat memicu berbagai komplikasi. Asuhan keperawatan keluarga memiliki peran krusial dalam membantu anggota keluarga mempertahankan kesehatan dan mengelola kondisi kronis secara holistik. Tujuan: Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini bertujuan untuk melaksanakan implementasi asuhan keperawatan keluarga yang tepat dan komprehensif pada Ny. J dengan gangguan sistem endokrin: diabetes melitus di Desa Karanganyar, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi, implementasi, hingga evaluasi keperawatan. Hasil: Hasil pengkajian menemukan pasien mengeluh gula darah tinggi (GDS 205mg/dL), kebas, kesemutan, pusing, mudah lelah, serta kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya. Masalah keperawatan yang diangkat adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah dan defisit pengetahuan. Intervensi yang diberikan selama kunjungan 3 hari meliputi pemantauan kadar gula darah, pemberian terapi komplementer kompres hangat untuk mengurangi kebas/kesemutan, edukasi obat tradisional (rebusan daun sirsak), serta edukasi kesehatan mengenai enam benar cara minum obat. Evaluasi akhir menunjukkan hasil yang signifikan, ditandai dengan penurunan kadar GDS menjadi 90mg/dL, keluhan pusing dan lelah teratasi, keluhan kebas berkurang, serta meningkatnya pemahaman pasien mengenai manajemen diabetes. Kesimpulan: Kombinasi intervensi keperawatan keluarga secara farmakologis dan non-farmakologis terbukti efektif dalam menstabilkan kadar glukosa darah serta meningkatkan pengetahuan pasien lansia dengan diabetes melitus.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S POST SC INDIKASI PEB USIA TUA DI RUANG NUSA INDAH RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL Umi Khabibah; Siti Fatimah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11258

Abstract

Kehamilan dengan preeklamsia berat (PEB) pada usia maternal lanjut (>35tahun) meningkatkan risiko keselamatan ibu dan janin. Studi kasus ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan komprehensif pada Ny. S (43 tahun), G6P5A0 post sectio caesarea (SC) atas indikasi PEB di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh nyeri luka operasi skala 5 dan kurang terpapar informasi nutrisi post-SC. Tiga diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut, risiko infeksi (leukosit 18.9x103/uL dan defisit pengetahuan. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri (napas dalam, kolaborasi Ketorolac 30 mg), pencegahan infeksi (perawatan luka NaCl 0,9%, edukasi cuci tangan, kolaborasi Ceftriaxone 1 g), serta edukasi nutrisi tinggi kalori dan protein. Evaluasi selama dua hari menunjukkan hasil optimal: tingkat pengetahuan meningkat, tidak ada tanda infeksi (luka kering dan bersih), serta skala nyeri menurun menjadi 3. Kesimpulannya, asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaboratif efektif mengatasi nyeri pasca-bedah, mencegah risiko infeksi dan meningkatkan pemahaman nutrisi pasien.