Latar belakang: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam menjamin keamanan, mutu, dan efektivitas kegiatan laboratorium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai K3 di laboratorium. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 28 responden yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 10 pertanyaan tertutup yang mencakup aspek definisi K3, tujuan, penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur operasi standar (SOP), penanganan sampel, stabilitas reagen, penanggulangan kebakaran, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan pengelolaan limbah infeksius. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dengan penentuan kategori pengetahuan baik (76–100%), cukup (61–75%), dan kurang (<60%). Hasil: Tingkat pengetahuan mahasiswa tentang K3 berada pada kategori baik dengan persentase rata-rata 86,4%. Sebagian besar responden memahami dengan baik definisi K3 (100%), SOP laboratorium (100%), serta tindakan P3 apabila terjadi kecelakaan kerja (100%). Namun demikian, aspek stabilitas dan reliabilitas reagen (68%) serta pengelolaan limbah infeksius (50%) masih menunjukkan tingkat pemahaman yang rendah. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan pemahaman mahasiswa melalui pembelajaran teori yang komprehensif, pelatihan praktis, serta simulasi keadaan darurat agar kesiapan mereka dalam menghadapi risiko kerja di laboratorium lebih optimal.
Copyrights © 2026