Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran krusial tata kelola administrasi dalam menjaga efektivitas komunikasi organisasi di lingkungan Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Di tengah disrupsi teknologi informasi yang menuntut birokrasi untuk lebih adaptif, fungsi kehumasan pemerintahan saat ini tidak hanya bertumpu pada penyebaran konten publik semata, melainkan sangat bergantung pada presisi alur informasi internal yang tertata. Melalui instrumen administratif seperti pengelolaan Surat Perintah Tugas (SPT), Nota Dinas, serta digitalisasi data kedinasan, Biro Humas berupaya meminimalisir hambatan koordinasi yang sering terjadi dalam struktur birokrasi yang kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif yang dilakukan secara intensif selama masa praktik kerja lapangan (13 April 2026 – 30 Juli 2026). Hasil penelitian menunjukkan bahwa standarisasi dokumen dan manajemen data yang sistematis berfungsi sebagai instrumen vital dalam mereduksi ambiguitas informasi (equivocality), meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta mempercepat proses pengambilan keputusan strategis oleh pimpinan. Selain itu, monitoring media yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti menjadi feedback loop yang efektif bagi pimpinan dalam memetakan dinamika isu publik secara real-time. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa efisiensi birokrasi sangat bergantung pada ketepatan operasional administratif yang disiplin, yang pada akhirnya menjadi fondasi utama bagi stabilitas, kredibilitas, dan keberhasilan komunikasi publik instansi pemerintah di era digital.
Copyrights © 2026