Kekerasan seksual pada anak merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Rendahnya pengetahuan anak mengenai kesehatan reproduksi, terutama tentang batasan tubuh dan perlindungan diri, meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia 8–11 tahun mengenai sentuhan aman dan sentuhan tidak aman serta membekali mereka dengan kemampuan dasar untuk melindungi diri. Kegiatan dilaksanakan di RT 22/RW 07 Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dengan melibatkan 14 peserta. Metode yang digunakan mengacu pada tahapan P-Process, meliputi analisis situasi dan audiens, penyusunan strategi komunikasi, desain edukasi, implementasi, serta evaluasi. Edukasi disampaikan melalui komunikasi verbal dan nonverbal menggunakan poster, permainan interaktif, lagu edukatif, serta evaluasi dengan kartu hijau dan kartu merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membedakan sentuhan aman dan sentuhan tidak aman, mengenali area tubuh pribadi yang harus dijaga, serta menunjukkan peningkatan keberanian untuk melindungi diri dan melaporkan situasi yang membuat tidak nyaman kepada orang dewasa tepercaya. Kegiatan ini berkontribusi meningkatkan literasi kesehatan reproduksi anak serta mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual sejak dini melalui edukasi yang interaktif dan sesuai karakteristik perkembangan anak.
Copyrights © 2026