Diabetes melitus pada lansia memicu risiko komplikasi kronis seperti neuropati perifer, edema tungkai, dan penurunan kualitas hidup akibat insomnia. Minimnya pemahaman para lansia Prolanis Kelurahan Dinoyo mengenai manajemen aktivitas fisik mandiri memperparah risiko tersebut. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik lansia mengenai ankle pumping exercise dan diaphragmatic breathing exercise sebagai upaya pencegahan komplikasi vaskular dan neurologis. Intervensi berbasis edukasi, demonstrasi, dan pelatihan praktis ini dilaksanakan pada 12 September 2025 di halaman Gedung Sasana Manunggal Dinoyo selama 1 jam, dengan melibatkan 15 lansia penderita diabetes melitus. Evaluasi program diukur menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan secara signifikan mengenai manfaat, teknik, dan dosis latihan. Evaluasi keterampilan juga membuktikan seluruh peserta mampu mempraktikkan gerakan secara mandiri dengan benar. Kesimpulannya, program intervensi fisioterapi ini berhasil memberdayakan lansia dalam pengelolaan penyakit secara mandiri (self-management), serta menjadi model edukasi yang efektif dalam menurunkan risiko morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2026