Indonesia merupakan negara tropis yang berada di garis khatulistiwa dan memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Perubahan cuaca yang terjadi pada masa pancaroba dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat karena tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu dan kelembapan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan metabolik seperti diabetes melitus. Perubahan suhu lingkungan diketahui dapat memengaruhi regulasi kadar glukosa darah, terutama pada individu yang berisiko atau telah menderita diabetes melitus tipe 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit pada musim pancaroba serta melakukan skrining kadar glukosa darah sebagai upaya deteksi dini diabetes melitus. Kegiatan diikuti oleh 46 peserta yang terdiri atas 36 orang dewasa dan 10 orang lanjut usia (lansia), dengan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan. Pemeriksaan kadar glukosa darah menunjukkan bahwa sebanyak 42 peserta (91,3%) memiliki kadar glukosa darah dalam rentang normal, sedangkan 4 peserta (8,7%) mengalami hiperglikemia dengan kadar glukosa darah melebihi 200 mg/dL. Seluruh peserta yang mengalami hiperglikemia berasal dari kelompok lansia, sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis diabetes melitus serta memperoleh penanganan yang sesuai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai skrining glukosa darah dapat menjadi strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko diabetes melitus, khususnya pada kelompok lanjut usia.
Copyrights © 2026