Desa Tambe di Kabupaten Bima menghadapi tiga masalah kompleks yang saling terkait, yaitu risiko stunting pada balita, pemanfaatan pekarangan yang tidak optimal, dan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Artikel ini mengevaluasi dampak program pengabdian masyarakat terintegrasi yang mencakup education stunting, budidaya Tanaman Obat Keluarga dan sayur organik, serta sosialisasi PHBS. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan ibu PKK, Kelompok Milenial, dan Kelompok Ibu Inovatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan mitra dari rata-rata 45 pada pretest menjadi 82 pada posttest. Secara perilaku, mitra berhasil mengimplementasikan pola asuh gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan, menanam lima jenis tanaman di pekarangan, dan menerapkan cuci tangan pakai sabun serta 3M Plus. Program ini terbukti membangun ekosistem keluarga sehat yang mandiri dan menjadi model baseline yang relevan untuk strategi percepatan penurunan stunting pada periode 2025-2029.
Copyrights © 2026