Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGGUNAAN STRATEGI MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA Widia Widia; Fitria Sarnita; Fathurrahmaniah Fathurrahmaniah; Jessy Parmawati Atmaja
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jime.v6i2.1459

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauh mana peran strategi mind mapping mampu meningkatkan penguasaan konsep siswa, sehingga peneliti berinisiatif untuk melakukan penelitan dengan stragi tersebut. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X MA Nurul Haq Desa Rite Kecamatan Ambalawi dengan jumlah siswa 20 orang dengan jenis penelitan tindakan kelas (PTK). Tindakan dilakukan dengan 2 siklus dengan prosedur penelitian; Perencanaan (Plan), Pelaksanaa (Act). Observasi (Observe) & Refleksi (Reflect). Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan penguasaan konsep siswa, dimana pada siklus I siswa yang tuntas 12 orang dengan persentasi 60% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 17 orang yang tuntas, artinya  85% siswa dapat menguasai konsep IPA yang diajarakan. Indikator ini dikatakan  berhasil karena sudah memenuhi tuntutan kentuntasan klasikal (KK) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 80%. Selain peningkatan pada penguasaan konsep, aktivitas siswa lebih aktif dari biasanya, serta seluruh siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Era Globalisasi Serta Perkembangan Industri 4.0 Jessy Parmawati Atmaja; Ardi Rahmawan; Muhammad Salahuddin; Ikra Ikra
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.109

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif konseptual dengan menggunakan metode Library Research atau yang biasa dikenal dengan penelitian kepustakaan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diterapkan melalui perencanaan yang baik, pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tujuan pendidikan, dan adanya evaluasi sebagai pemantauan pembelajaran, maka tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan dapat dicapai dengan baik, Selain itu, dapat membentuk peserta didik sebagai individu yang mempunyai kesadaran akan hak serta kewajibannya yang merupakan bagian dari NKRI. Sehingga, semakin tinggi tingkat kualitas penerapan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, maka semakin baik pula kesadaran siswa dalam memegang peranan sebagai penerus bangsa di era globalisasi.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membina Moral Antar Mahasiswa Jessy Parmawati Atmaja; Muhammad Salahuddin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i2.149

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif konseptual dengan menggunakan metode Library Research atau yang biasa dikenal dengan penelitian kepustakaan, dengan tujuan penelitian ingin mengetahui bagaimana peran pendidikan kewarganegaraan dalam membina moral antar mahasiswa. Para pendidik khawatir apabila mereka terlampau mencampuri banyak masalah pribadi antara satu sama lain. Mereka mengkhawatirkan otoritas hukum. Jika dia tidak menyukai cara gurunya mengajar orang tentang nilai-nilai moral, seseorang dapat mengarahkan mereka untuk berurusan dengan hukum. Saat ini semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa sekolah telah mampu mengubah perkembangan karakter anak. Maka dari itu, banyak pertanyaan yang muncul tentang bagaimana pendidikan menanamkan moral terhadap peserta didik sejauh ini.
Peran Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Daya Saing Destinasi Pariwisata Di Indonesia Atmaja, Jerri Pria
JURNAL DESTINASI PARIWISATA Vol 11 No 1 (2023): VOL 11, NO 1 (2023): (JANUARY - JUNE)
Publisher : Program Studi Pariwisata Program Sarjana, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JDEPAR.2023.v11.i01.p20

Abstract

In the face of tourism competitiveness in Indonesia today. The development of digitalization-based information technology is very influential in helping to improve the personal branding of tourism destinations, thereby making changes to consumer perceptions of the tourism to be headed. This study aims to determine the effect of information technology on increasing tourism competitiveness in Indonesia. This research was carried out using descriptive qualitative methods. By collecting data using interview techniques and supported by other literary media. It can be seen from the results of the research that the existence of digital-based information technology has a major influence on the development of tourism competitiveness in Indonesia, especially increasing tourist interest visits to destinations in Indonesia. The existence of this information technology is also very influential on other industry players to get a good value chain from consumers, so information technology is very useful in all aspects of business that are oriented towards increasing effectiveness. Keywords: Daya Saing, Destinasi, Pariwisata, Teknologi Informasi
ANALISIS PLURALISME MASYARAKAT NGGERUKOPA: (Studi Kasus dalam Merawat Kerukunan Beragama) Haryanto, Lutfin; Atmaja, Jessy Parmawati; Oya, Abas; Haris, Abdul
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 4 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i4.2526

Abstract

Pluralism is a view of life in understanding, acknowledging and accepting the existence of pluralism and diversity in a community group. The people of Donggo, Bima Regency, West Nusa Tenggara have different religious beliefs, in which there are different cultures and customs. There are three religions that developed in Palama Village 2, Nggerukopa hamlet, Donggo District, namely Islam, Catholicism and Protestantism. With a variety of religious beliefs, of course, each individual community has different desires, and this can lead to conflict between individuals in the community, for this reason it is necessary to understand pluralism which refers to the meaning of tolerance in order to live in harmony, to unite the diversity of a nation. The formulation of the problem raised in this study is what is the meaning and function of religious harmony in the Nggerukopa community? The purpose of this study is to identify the pluralism of the Nggerukopa community in maintaining religious harmony. Researchers obtain data in this study is from observation, interviews and documentation. The data were analyzed by qualitative descriptive method. Based on the results of the study, it was found that the meaning and function of the harmony of the Nggerukopa community in maintaining religious harmony were understanding each other's feelings in the form of cua kaco'i angi (mutual respect), interacting socially of doho kaboro weki (sitting together), participating in mutual cooperation of n inga dasa uma (helping to build a house), caring for each other of batu rawi rasa (participating in events) and bringing all individuals together in tio kasama weki rasa ra dana (guarding together villages and villages). The researcher concludes that Nggerukopa comunity really care for their religious harmony by understanding the meaning and function of this form of harmony as the basis for living in harmony with one another.
Kerukunan Hidup Berdampingan Secara Damai Antara Umat Muslim Dan Kristen Di Ngerukopa Haryanto, Lutfin; Oya, Abas; Rostati, Rostati; Atmaja, Jessy Parmawati
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i2.1963

Abstract

Toleransi antar umat beragama di Indonesia sudah populer dengan istilah kerukunan hidup antar umat beragama. Penganut agama yang berbeda sudah meluas diberbagai propinsi di Indonesia. Masyarakat Dusun Nggerukopa menganut agama yang berbeda diantaranya Islam, Kristen dan Khatolik. Para peneliti mengkaji “Bagimana kerukunan hidup berdampingan secara damai antara umat kristen dan muslim di Nggerukopa?”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Langkah dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling. Para Peneliti menemukan beberapa pola yang dilakukan  oleh umat berbeda agama di Nggerukopa dalam memenuhi hidup berdampingan secara damai antar umat Kristen Dan Muslim Di Ngerukopa diantaranya pola interaksi sosial masyarakat, dan pola hubungan sosial keagamaan, serta pola hubungan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut mewujudkan sikap toleransi mereka dengan  mampu menjalani kehidupannya masing-masing tanpa harus memperdulikan perbedaan yang ada termasuk adanya perbedaan keyakinan terhadap agama yang dianut sehingga sikap toleransi dan kerukunan beragama dapat tercipta dengan baik.
THE EFFECT OF THE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MODEL ON THE CRITICAL THINKING SKILLS OF FOURTH-GRADE ELEMENTARY STUDENTS Ainun; Sri Suryaningsih; Jessy Parmawati Atmaja
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i4.15815

Abstract

The background of this research stems from the importance of mastering critical thinking skills from the elementary school level, especially in the development of science and technology. The purpose of this study is to determine the effect of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on students’ critical thinking skills in IPAS learning for fourth-grade students at SDN Inpres Leu. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research subjects were all 36 fourth-grade students of SDN Inpres Leu, consisting of 18 students in the experimental class and 18 students in the control class. The instrument used was an open-ended test designed to measure students’ critical thinking skills. The data analysis technique was carried out through several stages, including prerequisite tests such as normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the independent sample t-test. The results of the analysis showed a significance value (2-tailed) of 0.000 < 0.05, indicating that the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. Thus, there is a significant effect of using the CIRC learning model on improving the critical thinking skills of fourth-grade students. These findings suggest that the implementation of the CIRC learning model can serve as an innovative instructional strategy to enhance the quality of the teaching and learning process, particularly in IPAS learning at the elementary school level.
The Influence of Teacher Competence on Student Learning Outcomes at SDN Donggobolo Anis Mulyalana; Azra Fauzi; Jessy Parmawati Atmaja
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i3.9225

Abstract

This study aims to examine the influence of teacher competence on student learning outcomes at SDN Donggobolo, a primary school located in a remote area with limited resources. A quantitative approach using a correlational survey method was employed. Data were collected through student perception questionnaires on teacher competence, which included four dimensions: pedagogical, professional, personal, and social, as well as academic reports in Indonesian Language and Mathematics subjects. The results showed that students’ perceptions of teacher competence were categorized as high, with average scores above 3.5 on a 4-point Likert scale. Student academic achievement was also high, with the majority falling into the “Excellent” and “Good” categories. Simple linear regression analysis revealed that 99.99% of the variance in student learning outcomes could be explained by their perception of teacher competence (R² = 0.9999; p < 0.00001). These findings indicate that teacher competence is a key factor in improving learning quality, even in resource-limited school settings. The impact of this study supports the development of teacher competency enhancement programs to sustainably improve student academic performance.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tambe Melalui Program Trias Pengabdian: Stunting, Pekarangan Sehat, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Jessy Parmawati Atmaja; Muhammad Yamin
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i2.1373

Abstract

Desa Tambe di Kabupaten Bima menghadapi tiga masalah kompleks yang saling terkait, yaitu risiko stunting pada balita, pemanfaatan pekarangan yang tidak optimal, dan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Artikel ini mengevaluasi dampak program pengabdian masyarakat terintegrasi yang mencakup education stunting, budidaya Tanaman Obat Keluarga dan sayur organik, serta sosialisasi PHBS. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan ibu PKK, Kelompok Milenial, dan Kelompok Ibu Inovatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan mitra dari rata-rata 45 pada pretest menjadi 82 pada posttest. Secara perilaku, mitra berhasil mengimplementasikan pola asuh gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan, menanam lima jenis tanaman di pekarangan, dan menerapkan cuci tangan pakai sabun serta 3M Plus. Program ini terbukti membangun ekosistem keluarga sehat yang mandiri dan menjadi model baseline yang relevan untuk strategi percepatan penurunan stunting pada periode 2025-2029.
Re-Materialisasi Epistemologi Sains: Dinamika Embodied Cognition dan Fluid Creativity Melalui Intervensi Haptik Berbasis ISA Jessy Parmawati Atmaja; I Wayan Lasmawan; Desak Putu Parmiti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5507

Abstract

This research addresses the cognitive crisis in primary science education caused by "digital reductionism," which frequently triggers disembodied learning. Excessive reliance on static screen simulations has led to a disconnect between a student’s cognitive processes and physical reality. This study aims to mitigate this gap through a re-materialization strategy, utilizing the frameworks of Material Engagement Theory (MET) and Embodied Cognition. The primary objective is to evaluate the effectiveness of haptic intervention implemented through a Cognitive Interactive Pop-Up Book integrated with an Inquiry Science Approach (ISA). A mixed-methods research design with an Exploratory Sequential approach was employed, involving 60 fifth-grade students. Quantitative data were analyzed using MANCOVA to assess the intervention's impact on dependent variables simultaneously. The results indicate a highly significant difference between the experimental and control groups. The experimental group’s post-test HOTS score reached 82.5, significantly outperforming the control group’s 65.0. Similarly, in Fluid Creativity, the experimental group achieved 78.4 compared to the control group’s 58.2 (p < .001). Specifically, the haptic group showed sharp increases in high-level cognitive indicators: Analysis (Gain 38.6) and Evaluation (Gain 36.4), with a substantial Effect Size of 0.42 (Partial Eta Squared). These findings empirically confirm that physical re-materialization serves as a "cognitive prosthetic," bridging the gap between abstract concepts and physical reality through sensorimotor feedback. This study concludes that activating the hands as "thinking senses" is crucial for developing embodied knowledge and adaptive creativity in primary education.