Abstrak Pemilihan supplier merupakan keputusan strategis dalam manajemen rantai pasok karena berpengaruh terhadap kualitas bahan baku, kelancaran proses produksi, dan keberlangsungan operasional perusahaan. PT XYZ menghadapi tantangan dalam menentukan supplier bahan baku kecap yang mampu memenuhi berbagai kriteria penilaian secara objektif. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas supplier bahan baku kecap menggunakan pendekatan hybrid Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Complex Proportional Assessment (COPRAS). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria dan subkriteria berdasarkan penilaian pakar, sedangkan COPRAS digunakan untuk mengevaluasi dan memeringkat alternatif supplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas merupakan kriteria dengan bobot tertinggi, diikuti oleh ketepatan waktu pengiriman, harga, kapasitas produksi, fleksibilitas, dan kapasitas gudang. Berdasarkan hasil evaluasi COPRAS, supplier ISBM memperoleh prioritas pertama, diikuti oleh LIM, MGA, dan NP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AHP dan COPRAS mampu menghasilkan proses evaluasi supplier yang sistematis dan objektif dengan mempertimbangkan kriteria benefit dan cost secara simultan. Temuan penelitian ini memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih terstruktur bagi PT XYZ dalam menetapkan supplier utama dan supplier pendukung sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengadaan serta mendukung keberlangsungan proses produksi. Kata kunci: AHP, COPRAS, industri pangan, pengambilan keputusan, supplier
Copyrights © 2026