Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 291 pelajar SMA berusia 15 sampai 19 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari tujuh sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form. Instrumen penelitian terdiri atas Skala Self-Control yang disusun berdasarkan teori Averill (1973), meliputi aspek behavioral control, cognitive control, dan decisional control, serta Skala Perilaku Seksual Pranikah yang disusun berdasarkan bentuk-bentuk perilaku seksual pranikah menurut Sarwono (2018), yaitu kissing, necking, petting, dan intercourse. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji deskriptif, uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan korelasi Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-control kategori tinggi sebesar 48,5% dan perilaku seksual pranikah kategori rendah sebesar 61,5%. Uji hipotesis memperoleh koefisien korelasi r = -0,657 dengan signifikansi p = 0,000. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dan kuat antara self-control dan perilaku seksual pranikah. Semakin tinggi self-control remaja, semakin rendah kecenderungan perilaku seksual pranikah. Hasil ini menegaskan pentingnya penguatan pengendalian diri melalui keluarga, sekolah, dan layanan bimbingan konseling berbasis nilai.
Copyrights © 2026